Presiden Palestina Mahmud Abbas secara resmi akan membuka Museum Yasser Arafat yang terletak di samping makam Arafat di kota Ramallah, Tepi Barat. Menurut Yayasan Yasser Arafat seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/11/2016), museum yang bernilai sekitar US$ 7 juta tersebut, merupakan museum sejenis pertama yang didedikasikan untuk Arafat.
Pembukaan museum ini dilakukan dua hari sebelum bangsa Palestina memperingati 12 tahun wafatnya Arafat. Figur besar Palestina itu meninggal di sebuah rumah sakit di dekat Paris, Prancis pada 11 November 2004. Penyebab kematiannya tidak diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadiah Nobel Perdamaian yang dimenangkan Arafat pada tahun 1994 bersama mitra-mitra negosiasi dari Israel, Yitzhak Rabin dan Shimon Peres juga dipamerkan di museum tersebut. Hadiah Nobel tersebut diraih Arafat atas Perjanjian Damai Oslo pada tahun 1993 silam.
Di museum ini, pengunjung juga bisa melihat ruangan tempat Arafat bersembunyi setelah tank-tank tempur Israel mengepung markas besarnya selama intifada Palestina yang kedua.
"Orang-orang akan mendapat kesempatan melihat peninggalan Yasser Arafat dan sejarah sebagai seorang pribadi dan seorang pemimpin politik," kata direktur museum Mohammad Halayqa, seraya mengatakan penyelesaian proyek museum ini telah memakan waktu bertahun-tahun. "Mereka juga akan melihat peristiwa-peristiwa utama yang dialami Palestina dalam 100 tahun terakhir," imbuhnya. (ita/ita)