Dituturkan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, seperti dilansir Reuters, Senin (7/11/2016), pria AS bernama Wallead Yusuf Pitts Luqman itu dibebaskan atas bantuan otoritas Oman. Kerry menyatakan, dirinya selalu fokus pada kasus ini sejak Luqman disekap di Yaman.
"Kami juga mengakui sikap positif oleh kelompok Houthi," sebut Kerry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Oktober lalu, Luqman merupakan warga AS ketiga yang disekap Houthi dan kemudian dibebaskan. Pemerintah Oman yang menjadi sekutu AS di kawasan Teluk, menjadi penengah dalam upaya pembebasan Luqman ini.
Sejumlah laporan media menyebut Luqman sebagai mantan personel Marinir AS yang diculik pada April 2015 lalu, saat dia hendak keluar dari Yaman. Saat itu, Luqman berprofesi sebagai pengajar Bahasa Inggris.
Pada 15 Oktober lalu, usai pembebasan dua warga AS lainnya di Yaman, seorang wanita yang yang mengidentifikasi dirinya sebagai istri Luqman mendesak pembebasan Luqman.
Secara terpisah, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyebut Kerry terlibat secara pribadi dalam upaya pembebasan Luqman. Kerry disebut selalu berkomunikasi intens dengan otoritas Oman dan menemui keluarga Luqman beberapa minggu lalu. Saat Luqman dipastikan akan bebas, Kerry juga langsung menghubungi keluarga Luqman untuk mengabarkan berita bahagia itu.
Dilaporkan kantor berita Oman, ONA pada Minggu (6/11) waktu setempat, seorang warga AS yang disekap di Yaman telah dibebaskan di wilayah ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi. Warga AS itu kemudian diterbangkan ke Oman.
(nvc/ita)










































