"Eropa sebagai keseluruhan, mendukung terorisme. Meskipun mereka menyatakan PKK sebagai organisasi teroris, ini jelas ... Kita melihat bagaimana PKK bisa bertindak dengan begitu bebas dan nyaman di Eropa," tutur Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi seperti dilansir media Press TV, Senin (7/11/2016).
Ankara menuai kecaman dari komunitas internasional, khususnya Uni Eropa setelah menangkap beberapa petinggi dan anggota parlemen dari partai pro-Kurdi, Peoples' Democratic Party (HDP), sebagai bagian dari penyelidikan terorisme yang masih berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak peduli apakah mereka menyebut saya diktator atau apapun juga. Itu masuk telinga yang satu, keluar di telinga satunya lagi," cetus pemimpin Turki tersebut.
Erdogan juga menekankan, PKK telah membunuh sekitar 800 anggota pasukan keamanan Turki dan lebih dari 300 warga sipil sejak berakhirnya gencatan senjata tahun lalu.
Pada Jumat, 3 November lalu, otoritas Turki menahan dua petinggi HDP beserta 12 anggota parlemen dari kubu oposisi terbesar kedua di parlemen Turki itu. Mereka ditangkap atas tuduhan keanggotaan dan dukungan PKK, yang dinyatakan sebagai kelompok teroris. Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyatakan, HDP telah lama mendukung terorisme secara finansial.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Romain Nadal, dan pejabat-pejabat Eropa lainnya mengecam keras penangkapan tersebut.
(ita/ita)











































