Geram pada Uni Eropa, Erdogan Tak Peduli Jika Disebut Diktator

Geram pada Uni Eropa, Erdogan Tak Peduli Jika Disebut Diktator

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 07 Nov 2016 10:29 WIB
Geram pada Uni Eropa, Erdogan Tak Peduli Jika Disebut Diktator
Erdogan (Foto: REUTERS/Umit Bektas)
Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Uni Eropa yang mengkritik operasinya terhadap kelompok militan Kurdi, Kurdistan Workers' Party (PKK) dan para simpatisannya. Erdogan mencetuskan, dirinya tidak peduli jika disebut diktator terkait operasinya.

"Eropa sebagai keseluruhan, mendukung terorisme. Meskipun mereka menyatakan PKK sebagai organisasi teroris, ini jelas ... Kita melihat bagaimana PKK bisa bertindak dengan begitu bebas dan nyaman di Eropa," tutur Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi seperti dilansir media Press TV, Senin (7/11/2016).

Ankara menuai kecaman dari komunitas internasional, khususnya Uni Eropa setelah menangkap beberapa petinggi dan anggota parlemen dari partai pro-Kurdi, Peoples' Democratic Party (HDP), sebagai bagian dari penyelidikan terorisme yang masih berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erdogan pun geram dan balik menyerang para pengkritiknya tersebut. "Kita tahu benar siapa mereka. Kita mempelajari sejarah mereka. Kita tahu benar soal itu. Saya mengenal mereka sangat baik selama 14 tahun jabatan saya sebagai perdana menteri dan presiden. Saya sekarang bisa membaca mereka seperti buku yang terbuka," kata Erdogan.

"Saya tak peduli apakah mereka menyebut saya diktator atau apapun juga. Itu masuk telinga yang satu, keluar di telinga satunya lagi," cetus pemimpin Turki tersebut.

Erdogan juga menekankan, PKK telah membunuh sekitar 800 anggota pasukan keamanan Turki dan lebih dari 300 warga sipil sejak berakhirnya gencatan senjata tahun lalu.

Pada Jumat, 3 November lalu, otoritas Turki menahan dua petinggi HDP beserta 12 anggota parlemen dari kubu oposisi terbesar kedua di parlemen Turki itu. Mereka ditangkap atas tuduhan keanggotaan dan dukungan PKK, yang dinyatakan sebagai kelompok teroris. Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyatakan, HDP telah lama mendukung terorisme secara finansial.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Romain Nadal, dan pejabat-pejabat Eropa lainnya mengecam keras penangkapan tersebut.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads