Seorang polisi Irak mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (5/11/2016), kedua bom pinggir jalan tersebut menghantam sebuah truk yang mengangkut keluarga pengungsi dari Hawijah, sekitar 120 kilometer sebelah selatan kota Mosul, markas ISIS yang kini tengah diserbu pasukan Irak yang melancarkan operasi pembebasan Mosul.
Saat kejadian pada Jumat (4/11) malam waktu setempat itu, para pengungsi tersebut tengah dalam perjalanan menuju kota Al Alam, dekat Sungai Tigris.
Pejabat kepolisian wilayah setempat, Kolonel Nemaa al-Jabouri mengatakan, 17 orang dari seluruh korban tewas merupakan keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Satu korban tewas lainnya adalah seorang polisi yang berada di dalam mobil patroli yang mengiringi keluarga-keluarga tersebut.
Dikatakan pejabat kepolisian lainnya, Fatah HassanHassan, para korban tadinya berjalan kaki meninggalkan Hawijah, namun kemudian diangkut dengan menggunakan truk oleh polisi.
Kematian warga sipil tersebut menyoroti bahaya besar yang dihadapi warga Irak yang mencoba meninggalkan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS.
(ita/ita)











































