Lebih dari 30 polisi terlibat dalam penggerebekan di 10 kamar yang ada di dalam fasilitas akomodasi pengungsi di beberapa kota setempat, seperti Nagold dan Wildberg yang ada di negara bagian Baden-Wurttemberg.
"Para pencari suaka Afghan dicurigai telah memperkosa pencari suaka asal Iran berusia 17 tahun beberapa kali dan merekam aksi itu dalam video," terang kepolisian dan jaksa setempat dalam pernyataan gabungan, seperti dilansir AFP, Jumat (4/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Polisi Jerman Tangkap Pengungsi Suriah yang Diduga Rencanakan Serangan Bom
Para pencari suaka itu ditampung di sejumlah kamp yang tersebar di wilayah pinggiran Jerman, termasuk hostel, toko, gedung olahraga dan barak militer. Ketegangan pun muncul di kamp-kamp yang beberapa di antaranya menampung terlalu banyak pencari suaka.
Di beberapa kamp, keributan seringkali terjadi antara pencari suaka yang berbeda kewarganegaraan, kelompok etnis dan agama. Para pekerja kemanusiaan menyebutkan, tidak sedikit wanita dan anak-anak menjadi korban kekerasan seksual di kamp-kamp itu.
Dalam salah satu tragedi yang mengejutkan publik Jerman pada Kamis (3/11), seorang pria asal Suriah dijatuhi vonis 15 tahun penjara atas percobaan pembunuhan. Pria itu melemparkan ketiga anak-anaknya dari jendela lantai satu dalam konflik rumah tangga. Dua anak mengalami luka sangat parah.
Persidangan yang digelar di kota Bonn menyatakan, pria bernama Zanar H (35) itu bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap anak-anaknya, yang berusia 1-7 tahun. Aksi kasar Zanar dilakukan untuk 'menghukum' istrinya yang disebutnya telah merusak kehormatannya sebagai laki-laki.
Baca juga: Pengungsi Suriah yang Diduga Rencanakan Serangan Bom di Jerman Bunuh Diri
(nvc/ita)











































