Dituturkan Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (3/11/2016), bahwa enam staf Kedubes India bekerja untuk badan intelijen Sayap Analisis dan Penelitian New Delhi (RAW) dan dua orang lainnya merupakan agen Biro Intelijen India.
"Sejumlah staf dan diplomat India...ditemukan terlibat koordinasi aktivitas teroris dan aksi merusak di Pakistan, dengan dalih tugas diplomatik," terang juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Nafees Zakariya, dalam konferensi pers di Islamabad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Delapan pejabat ini terlibat spionase, aksi merusak dan mendukung aktivitas teroris," tegasnya.
Baca juga: Baku Tembak di Perbatasan India-Pakistan Tewaskan 19 Orang
Namun tidak diketahui pasti apakah 8 staf dan diplomat Kedubes India itu akan diusir oleh Pakistan atau ditarik oleh India.
Tudingan Pakistan ini muncul beberapa hari setelah otoritas India menuding enam diplomat Pakistan sebagai bagian dari jaringan mata-mata. Dampak dari tudingan India itu, otoritas Pakistan terpaksa menarik pulang para diplomatnya.
Menanggapi tudingan Pakistan itu, otoritas India bereaksi keras. "Menolak sepenuhnya tudingan tak berdasar dan belum dibuktikan kebenarannya," tegas otoritas India dalam pernyataannya.
Ketegangan antara kedua negara terus meningkat sejak serbuan lintas perbatasan pada September lalu, yang menewaskan 19 tentara India. Hal itu memicu serangan balasan dari militer India terhadap kelompok militan di wilayah Pakistan. Kedua negara terlibat konflik sejak pemisahan dan kemerdekaan dari Inggris tahun 1947 silam. Sengketa Kashmir yang menjadi wilayah perbatasan keduanya menjadi salah satu pokok konflik kedua negara.
(nvc/nwk)











































