"Kami akan buka besok. Tapi kami akan mengurangi staf, bukan karena alasan keamanan, tapi untuk alasan operasional," terang Pelaksana Tugas Duta Besar AS untuk Indonesia, Brian McFeeters, dalam press briefing kepada wartawan di kantor Juru Bicara Kedubes AS, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).
Keputusan mengurangi staf Kedubes AS, sebut McFeeters, didasarkan pada kekhawatiran sulitnya transportasi saat unjuk rasa digelar dan potensi bagi para staf untuk terjebak kemacetan lalu lintas sepanjang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan McFeeters, Kedubes AS telah memberikan informasi soal potensi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta kepada setiap warga AS. Kendati demikian, tidak ada imbauan maupun peringatan perjalanan untuk warga AS ke Indonesia terkait unjuk rasa ini.
"Namun kami tidak mengeluarkan travel warning untuk situasi itu," tandasnya.
Sementara itu, Kedubes Malaysia di Jakarta mengimbau setiap warga Negeri Jiran untuk menghindari Jakarta. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, menyarankan setiap warga Malaysia yang ada di Jakarta agar menjauhi area-area yang akan menjadi pusat keramaian massa seperti Monas, Masjid Istiqlal, Balaikota, juga kawasan Tangerang dan Bekasi.
Unjuk rasa 4 November akan digelar terkait terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Polda Metro Jaya memperkirakan unjuk rasa 4 November akan diikuti sekitar 35 ribu orang.
(nvc/ita)










































