Beberapa waktu terakhir, muncul kekhawatiran bahwa cengkeraman China yang semakin kuat terhadap Hong Kong justru semakin memantik gerakan memerdekakan diri. Legislatif Hong Kong mengalami kekacauan sejak beberapa minggu terakhir.
Seperti dilansir AFP, Rabu (2/11/2016), dua anggota parlemen yang prokemerdekaan Hong Kong, Baggio Leung dan Yau Wai-ching, nekat masuk ke dalam ruang sidang meskipun mereka dilarang. Keduanya masih menunggu putusan sidang judicial review soal apakah keduanya bisa menempati kursi mereka di parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACEYau yang mengenakan pakaian warna biru berlari ke mimbar |
Yau berlari ke depan menuju ke mimbar, menyalakan mikrofon dan bersiap membaca sumpah jabatannya. Anggota parlemen wanita ini kemudian dikelilingi oleh petugas keamanan wanita yang menjaga gedung parlemen dan dikawal keluar, meskipun dia melawan.
Sedangkan Baggio yang dilindungi oleh anggota parlemen prodemokrasi lainnya, malah terlibat aksi saling dorong dan saling tarik dengan sedikitnya lima petugas keamanan gedung parlemen. Para petugas parlemen itu berusaha mengeluarkan mereka dari ruang sidang parlemen.
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACEYau berusaha mengucapkan sumpah jabatannya di tengah kawalan petugas keamanan |
Rapat akhirnya ditunda setelah petugas keamanan gagal membawa Baggio keluar dari ruang sidang. Anggota parlemen yang pro-Beijing berteriak: "Mereka tidak memenuhi syarat untuk diambil sumpah jabatannya!"
Sedangkan anggota parlemen prodemokrasi lainnya meneriakkan bahwa mereka diperbolehkan untuk diambil sumpah jabatannya. "Misi saya hari ini adalah menyatakan sumpah jabatan. Saya telah menyatakan sumpah jabatan saya hari ini," tutur Yau kepada wartawan setempat, setelah dia dibawa keluar.
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACEBaggio (berkacamata) ditarik keluar ruang sidang parlemen |
Baik Yau maupun Baggio memenangkan kursi parlemen Hong Kong dalam pemungutan suara yang digelar bulan lalu. Namun keduanya belum dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Dewan Legislatif Hong Kong atau Legco.
Pengambilan sumpah jabatan mereka ditunda dan keduanya dilarang menghadiri rapat parlemen. Sementara sidang judicial review terhadap upaya keduanya menyatakan sumpah jabatan pertama kalinya pada 3 minggu lalu, masih menunggu putusan pada Kamis (3/11) besok.
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACEBaggio ditarik keluar dari ruang sidang parlemen |
Yau dan Baggio menyelimuti diri mereka dengan bendera 'Hong Kong bukan China' dan mengganti kata-kata dalam sumpah jabatan mereka, dengan memasukkan kata-kata menghina. Judicial review diajukan oleh pemimpin Hong Kong dan Menteri Kehakiman setempat, untuk menilai apakah keduanya harus didiskualifikasi sebagai anggota parlemen.
(nvc/ita)












































Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACE
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACE
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACE
Foto: AFP PHOTO/ANTHONY WALLACE