Kantor berita resmi China, Xinhua melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/11/2016), jasad 15 pekerja terakhir telah ditemukan di tambang Jinshangou yang berada di wilayah Chongqing pada Rabu (2/11) dini hari waktu setempat. Dalam ledakan yang terjadi pada Senin, 31 Oktober tersebut, hanya dua pekerja tambang yang berhasil selamat.
Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Namun penyelidikan awal menunjukkan, tambang batu bara tersebut telah melampaui batasan-batasan pertambangan, juga memiliki ventilasi yang buruk dan peralatan yang kurang dan tidak berfungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China merupakan produsen batu bara terbesar di dunia. Kecelakaan mematikan kerap menimpa industri pertambangan negeri itu.
Sebelumnya pada September lalu, 18 orang tewas akibat ledakan tambang di wilayah otonomi Ningxia Hui. Pada Maret lalu, 19 orang tewas dalam kecelakaan tambang batu bara di provinsi Shanxi, China utara. (ita/ita)











































