Seperti dilansir AFP, Selasa (1/11/2016), pria ini meminta tebusan 600 euro (Rp 8,6 juta) kepada ibunya sendiri. Uang itu, sebut polisi, akan digunakannya untuk membayar utang.
Insiden ini berawal saat ibunda pria itu menerima pesan singkat yang isinya meminta uang tebusan untuk anaknya. Penculik itu meminta uang tebusan ditinggalkan di sebuah lokasi rahasia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang ibunda pergi melapor ke polisi meskipun sudah diperingatkan penculik untuk tidak melapor.
Kepolisian setempat kemudian menemukan si pria yang diculik itu selang beberapa jam kemudian di Parla. Kepada polisi, pria itu mengaku penculiknya telah melepaskan dirinya dan dia tidak mengalami luka sedikitpun.
"Begitu ada dalam penahanan polisi, pria muda itu mulai memberikan informasi tidak akurat dan saling bertentangan, hingga akhirnya dia mengakui dirinya merekayasa semuanya untuk membayar utang," terang kepolisian setempat dalam pernyataannya.
Polisi akhirnya menahan pria muda itu dan menjeratkan dakwaan merekayasa tindak kejahatan kepadanya.
(nvc/imk)










































