Disampaikan perusahaan pemilik jalur pipa itu, Colonial Pipeline Co, seperti dilansir AFP, Selasa (1/11/2016), bahwa insiden ini berawal ketika sebuah ekskavator yang sedang digunakan oleh para kontraktor mengenai saluran pipa bawah tanah milik Colonial yang ada di Shelby County dan memicu ledakan.
Dalam insiden yang terjadi pada Senin (1/11) sore waktu setempat itu, satu orang tewas seketika di lokasi ledakan. Sedangkan lima orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Gubernur Alabama Robert Bentley via Twitter, bahwa petugas darurat menggali tanah di sekitar lokasi ledakan untuk membangun waduk darurat sedalam 2,4 meter dan sepanjang 24 meter untuk menampung bocoran bensin yang terbakar.
"Api tidak akan padam dalam waktu dekat," tutur Sheriff Shelby County, Ken Burchfield.
Foto: REUTERS/Marvin Gentry |
Ledakan itu juga memicu kebakaran hutan di kawasan sekitar lokasi ledakan. Bentley menyebut, sedikitnya kawasan hutan seluas 13 hektare dilanda kebakaran akibat ledakan itu.
Colonial Pipeline Co merupakan perusahaan pemilik saluran pipa terbesar di AS, yang didasarkan pada volume. Pipa milik Colonial mampu menyalurkan bensin, diesel, bahan bakar pesawat dan produk petroleum lainnya sebanyak lebih dari 2,4 juta barel per hari.
Colonial mengoperasikan saluran pipa sepanjang 8,851 kilometer yang membentang antara Houston hingga New York Harbor, yang melayani 50 juta konsumen. Dengan penutupan saluran pipa ini untuk sementara, maka dampak besar segera dirasakan oleh pasar komoditas.
"Penutupan jalur utama milik saluran pipa bensin terbesar di AS menaikkan harga bensin pagi ini," tutur pakar strategi pasar di Singapura, Jingyi Pan, kepada AFP menanggapi informasi insiden tersebut.
(nvc/tor)












































Foto: REUTERS/Marvin Gentry