4 Orang Tewas dan 11 Luka-luka Akibat Penembakan di AS

4 Orang Tewas dan 11 Luka-luka Akibat Penembakan di AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 31 Okt 2016 13:59 WIB
4 Orang Tewas dan 11 Luka-luka Akibat Penembakan di AS
Foto: Internet
New York, - Aksi penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat. Dalam sehari, dua insiden penembakan mematikan terjadi di negara bagian Maryland dan New York. Empat orang tewas dan 11 orang lainnya luka-luka dalam dua insiden terpisah itu.

Kepolisian wilayah Prince George, Maryland menyatakan seperti dilansir NBC News, Senin (31/10/2016), salah satu penembakan itu terjadi pada Minggu (30/10) dini hari waktu setempat di sebuah kompleks apartemen di Capitol Heights, Maryland. Dua orang tewas, termasuk seorang remaja dalam insiden itu.

Menurut stasiun televisi WUSA, empat orang lainnya mengalami luka-luka serius, termasuk satu orang yang kini dalam kondisi kritis. Belum diketahui motif penembakan tersebut. Kepolisian masih menyelidiki insiden itu.

"Kami sedang berusaha merangkai mengapa enam orang ditembak, dua di antaranya secara fatal," ujar juru bicara kepolisian, Tyler Hunter.

Dikatakannya, sejauh ini belum ada penangkapan tersangka yang dilakukan terkait penembakan tersebut.

Sementara itu, penembakan lainnya terjadi dalam sebuah pesta Halloween di Newburgh, New York pada Minggu (30/10) pagi waktu setempat. Dalam insiden itu, dua remaha tewas ditembak.

Insiden mematikan itu terjadi di dalam sebuah gedung komersial. Salah seorang korban diidentifikasi sebagai seorang gadis Afrika Amerika berumur 18 tahun. Pelaku penembakan melarikan diri dari lokasi kejadian. Kepolisian menyatakan belum yakin apakah pelakunya satu orang atau lebih.

Kepolisian setempat tidak menyebutkan jumlah korban luka dalam insiden itu. Namun menurut orangtua sejumlah remaja yang hadir dalam pesta Halloween itu, setidaknya 7 orang tengah dirawat di rumah sakit akibat luka-luka tembak.

Penembakan itu terjadi seiring badan-badan penegak hukum di seluruh AS tengah melakukan misi pengejaran Michael Vance, seorang buronan yang berhasil kabur setelah membunuh dua orang dan melukai tiga orang lainnya, termasuk dua polisi di Oklahoma, pekan lalu.

(ita/ita)


Berita Terkait