Diduga Kebocoran Bahan Bakar Picu Terbakarnya American Airlines di Chicago

Diduga Kebocoran Bahan Bakar Picu Terbakarnya American Airlines di Chicago

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2016 12:11 WIB
Diduga Kebocoran Bahan Bakar Picu Terbakarnya American Airlines di Chicago
Asap hitam pekat membubung dari American Airlines yang terbakar (Reuters)
Chicago - Penyelidikan awal menunjukkan penyebab terbakarnya pesawat American Airlines di Bandara O'Hare, Chicago, Amerika Serikat (AS) diduga karena kebocoran bahan bakar. Api pertama muncul dari mesin pesawat sebelah kanan.

Dituturkan Asisten Komisioner Pemadam Kebakaran Chicago, Timothy Sampey, dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (29/10/2016), bahwa pesawat jenis Boeing 767 itu membawa bahan bakar penuh sebanyak 43 ribu pon atau 19.504 liter saat insiden ini terjadi.

"Ada api besar di sisi bagian kanan pesawat. Ada kebocoran bahan bakar dalam jumlah besar," tutur Sampey.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampey menyatakan, bahan bakar itu masih bocor saat petugas pemadam mendekati pesawat untuk memadamkan api pada Jumat (28/10) sore waktu setempat. Menurut Sampey, situasi bisa menjadi samakin buruk jika api tidak segera dipadamkan. Terdapat 161 penumpang dan 9 awak dalam pesawat itu.

"Jadi pesawat memiliki beban bahan bakar sama berat di kedua mesin dan keseluruhan sayap pesawat. Situasi bisa lebih menghancurkan hancur jika insiden ini terjadi kemudian," terang Sampey.

Baca juga: Korban Luka American Airlines Terbakar di Chicago Bertambah Jadi 20 Orang

Api muncul di bagian mesin sebelah kanan saat pesawat dengan nomor penerbangan 383 tujuan Miami ini, akan lepas landas. Api itu memicu asap hitam pekat membubung ke udara.

Penyebab kebocoran bahan bakar itu masih belum diketahui pasti. Dalam pernyataan terpisah, maskapai American Airlines hanya menyebut insiden itu dipicu oleh masalah terkait mesin. Mesin pesawat jenis CF6 itu dirakit oleh General Electric CO (GE) dan penyidik dari GE telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu penyelidikan.

Otoritas Penerbangan Federal (FAA) awalnya menyebut pilot memutuskan membatalkan lepas landas setelah melaporkan adanya pecah ban. Namun juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Chicago, Larry Langford, menyatakan dirinya tidak melihat satupun ban pesawat yang pecah di lokasi.

"Api tidak masuk ke dalam kabin. Insiden ini terjadi di dekat salah satu markas petugas pemadam kebakaran di bandara, jadi mereka langsung datang dalam satu menit," tuturnya, sembari menyebut insiden itu terjadi selang 15-20 detik sebelum pesawat lepas landas.

Sedikitnya 20 orang mengalami luka ringan dalam insiden ini. Luka-luka yang dialami korban antara lain luka memar dan cedera di pergelangan kaki, yang didapat saat penumpang keluar lewat seluncuran darurat. Tidak ada luka terbakar dan kasus menghirup asap kebakaran yang dialami penumpang dan awak.

(nvc/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads