Seperti dilansir Press TV dan CNN, Jumat (28/10/2016), wanita kulit putih bernama Moira Smith ini menyebut hakim Thomas yang keturunan Afrika-Amerika ini, telah 'menyentuhnya secara tidak pantas dan tanpa izin' beberapa kali dalam sebuah pesta makan malam tahun 1999.
Kisah yang terjadi saat Smith berusia 24 tahun ini, sebenarnya telah diungkapkan Smith lewat akun Facebook-nya sejak 7 Oktober lalu, hari yang sama saat video soal komentar cabul Trump dirilis The Washington Post. Namun akun Facebook-nya itu telah dinonaktifkan. Dalam postingan itu, Smith membahas soal pengalaman buruknya menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual, salah satunya dengan hakim Thomas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sedang merapikan tempat di sebelah kanannya (hakim Thomas) ketika dia menyentuh saya, semacam meletakkan tangannya di bokong saya dan menarik saya mendekat padanya. Dia berkata, 'Anda duduk di mana?' dan meremas saya," terang Smith dalam wawancara itu.
"Saya bilang, 'Saya duduk di meja yang ada di taman'. Dia bilang, 'Saya pikir Anda harus duduk di sebelah saya', sambil meremas saya. Saya katakan, 'Tuan Blair cukup jeli soal pengaturan tempat duduk'. Saya berusaha menggunakan pengaturan tempat duduk sebagai dalih untuk menolaknya. Dia sekali lagi meremas bokong saya dan berkata, 'Anda yakin?' Saya bilang iya, dan itulah akhirnya," imbuhnya, merujuk pada Louis Blair yang menjabat Ketua Yayasan Truman saat itu.
Tiga mantan teman satu asrama Smith mengaku masih ingat saat Smith menceritakan perilaku tak pantas hakim Thomas, pada musim semi dan musim panas tahun 1999. Seorang teman Smith yang juga mantan suaminya, juga mengaku ingat jelas saat Smith menceritakan kisah itu.
Dikatakan Smith, dirinya selama ini tidak pernah berbicara ke publik mengenai insiden itu karena merasa tak berdaya dan mengkhawatirkan kariernya. Namun kini, terutama setelah mendengar komentar cabul Trump, dia terpacu untuk buka suara secara terang-terangan ke publik.
"Sebagai seorang ibu dari anak perempuan dan anak laki-laki yang masih kecil, saya muncul ke publik untuk menunjukkan bahwa sangat penting untuk membela diri Anda sendiri dan memberitahu kebenaran," ucap Smith menjawab alasannya muncul ke publik. Smith yang kini berusia 41 tahun, menjabat Wakil Presiden dan Penasihat Umum untuk Enstar Natural Gas Co di Alaska.
Dalam komentarnya kepada The National Law Journal, Thomas yang merupakan hakim kulit hitam pertama yang menjadi hakim MA di AS ini, membantah seluruh klaim Smith itu. "Klaim ini tidak masuk akal dan itu tidak pernah terjadi," tegas hakim Thomas yang masih aktif hingga kini.
Tudingan pelecehan seksual semacam ini bukan yang pertama menimpa hakim Thomas. Tahun 1991 lalu, Thomas menjadi pemberitaan besar-besaran saat muncul seorang wanita bernama Anita Hill yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual secara verbal olehnya. Tudingan itu menjadi besar karena saat itu, Thomas dinominasikan oleh Presiden AS George HW Bush untuk menjadi hakim MA yang baru.
(nvc/ita)










































