Bom Meledak di Pattani Thailand, 1 Orang Tewas dan 18 Luka

Bom Meledak di Pattani Thailand, 1 Orang Tewas dan 18 Luka

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 25 Okt 2016 05:07 WIB
Bom Meledak di Pattani Thailand, 1 Orang Tewas dan 18 Luka
Foto: Ledakan bom di Thailand beberapa hari lalu (REUTERS/Surapan Boonthanom)
Jakarta - Satu orang tewas dan 18 lainnya luka-luka serta kritis akibat bom yang meledak di Thailand bagian Selatan. Polisi dan saksi mata mengatakan bom itu meledak di luar sebuah toko mi di pusat Kota Pattani, Thailand.

Dilansir dari AFP, Selasa (25/10/2016), bom itu mengguncang kota yang dihuni mayoritas muslim itu pada Senin (24/10/2016) pukul 19.00 waktu setempat. Serangan bom ini bertepatan dengan peringatan kematian puluhan muslim di tangan aparat keamanan dalam sebuah pemberontakan pada satu dekade lalu.

"Seorang wanita tewas, yaitu seorang pemeluk Buddha Thailand dan 18 luka-luka," kata seorang petugas di kantor polisi Muang Pattani bernama Yutthakarn Chitmanee.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, dua ledakan bom juga mengguncang kota pantai Pattani, Thailand bagian selatan, pada Selasa (23/8). Peristiwa itu menewaskan satu orang. Korban tewas yang berjenis kelamin wanita itu diidentifikasi sebagai Oraphan Sriuenhat (35).

Baca juga: Ada Ancaman Bom Mobil di Bangkok, Polisi Thailand Tingkatkan Keamanan

Kedua ledakan bom terjadi di dua lokasi terpisah dengan selisih waktu 20 menit. Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.

Ledakan pertama mengguncang pada Selasa (23/8) malam, sekitar pukul 10.40 waktu setempat di dekat sebuah pub dan karaoke yang ada di belakang Southern View Hotel. Tidak ada korban jiwa akibat ledakan pertama ini.

Baca juga: Bom Meledak di Kereta di Thailand, 1 Orang Tewas

Ledakan kedua, yang berkekuatan besar dan dilaporkan berasal dari truk pikap, meledak sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Ledakan yang terjadi di dekat pintu masuk Southern View Hotel ini, melukai 30 orang yang 17 orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit. (idh/ear)


Berita Terkait