"Laki-laki itu ditangkap oleh para petugas dari Komando Kontraterorisme Metropolitan, yang dibantu rekan-rekan bersenjata, di jalanan di Holloway Road, di sebelah utara London," demikian statemen Kepolisian Metropolitan London seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/10/2016).
Disebutkan kepolisian, senjata taser digunakan saat penangkapan pada Jumat, 21 Oktober sekitar pukul 12.20 waktu setempat di jalanan ramai yang dipadati pertokoan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi mata mengatakan, pemuda 19 tahun tersebut tengah menyusuri jalanan dengan tenang ketika dirinya ditangkap.
"Para polisi bersenjata, saya pikir mereka berlima, berlari mengejar dia dan menjatuhkannya ke tanah," ujar saksi mata yang hanya menyebut namanya dengan Ali.
"Dia sempat melawan agar tidak ditangkap, selama sekitar lima menit. Mereka berteriak-teriak 'polisi bersenjata, jangan melawan," kata pria berumur 30 tahun.
Usai insiden tersebut, sistem London Underground beroperasi seperti biasa. Namun kepolisian menyatakan, publik akan melihat lebih banyak polisi termasuk polisi bersenjata di dalam stasiun-stasiun dan sekitarnya.
Terkait insiden tersebut, Wali Kota London Sadiq Khan memuji aparat kepolisian dan staf transportasi London.
"Situasi telah ditangani dengan cepat dan aman, dan tidak menimbulkan korban luka," tutur Khan. "Membuat warga London tetap aman merupakan prioritas tertinggi saya. Saya menyerukan seluruh warga London untuk tetap tenang dan waspada setiap saat," imbuhnya.
(ita/ita)










































