"ISIS menyerang Kirkuk yang merupakan salah satu daerah penghasil minyak, menewaskan 18 orang yang terdiri dari pasukan keamanan, karyawan pembangkit tenaga listrik, termasuk 2 orang warga negara Iran," ujar sumber dari rumah sakit seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/10/2016).
Sumber menyebut sumber penghasil minyak dan pembangkit listrik tidak menjadi target serangan ISIS. Kirkuk sendiri berlokasi di bagian timur Hawija, sebuah kota antara Baghdad dan Mosul yang saat ini menjadi salah satu basis kelompok tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ledakan bom rakitan atau bom pinggir jalan itu terjadi di wilayah Mosul bagian utara. Diketahui lebih dari 100 tentara AS ikut dikerahkan sebagai penasihat bagi pasukan militer Irak dan pasukan otonomi Kurdi atau peshmerga, dalam menyerbu Mosul yang menjadi markas kuat ISIS.
Serbuan dilakukan dari sejumlah sisi sekaligus. Operasi merebut Mosul dari ISIS telah dimulai sejak awal pekan ini. Koalisi pimpinan AS memberikan dukungan via udara juga daratan, meskipun tidak terjun langsung ke Mosul.
Operasi Mosul dilakukan oleh pasukan pemerintah Irak dengan didukung berbagai pasukan milisi di negeri itu, termasuk Syiah, Sunni dan Kurdi. Operasi yang juga didukung puluhan negara koalisi pimpinan AS ini bertujuan mengusir para militan ISIS dari kota Mosul, yang merupakan basis pertahanan terakhir mereka di Irak. (rni/jor)











































