Seperti dilansir CNN dan AFP, Sabtu (15/10/2016), komentar itu disampaikan Buhari dalam konferensi pers di Berlin, Jerman, bersama dengan salah satu wanita paling berpengaruh di dunia, Kanselir Jerman Angela Merkel. Komentar Buhari itu menanggapi pernyataan sang istri yang enggan mendukung dirinya dalam pemilu mendatang.
"Saya tidak tahu dengan partai mana istri saya tergabung, tapi dia harusnya ada di dapur saya dan ruang keluarga saya dan ruang-ruang lainnya," ucap Buhari yang popularitasnya menurun drastis di tengah resesi. Belum ada komentar dari Merkel soal hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara kepada media Inggris, BBC, Aisha menyatakan dirinya mungkin tidak akan mendukung suaminya dalam pemilu selanjutnya jika Buhari tidak merombak pemerintahannya. Aisha merupakan seorang pengusaha wanita dan juga aktivis. Sedangkan Buhari maju pencapresan sebanyak tiga kali, yakni tahun 2003, 2007, dan 2011 namun selalu gagal. Baru pada tahun 2015, dalam usahanya yang ke-4, dia berhasil menjadi Presiden Nigeria.
"Jika hal seperti ini terus berlanjut... Saya tidak akan keluar dan berkampanye lagi dan meminta wanita untuk memilih, seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya. Saya tidak akan pernah melakukannya lagi," tutur Aisha, yang kakeknya merupakan Menteri Pertahanan Nigeria yang pertama.
Aisha menyebut, pemerintahan Buhari 'dibajak' oleh sejumlah orang yang memiliki kepentingan sendiri dan bahkan Buhari tidak mengenal jajaran pemerintahannya sendiri.
Baca juga: Namai Anjingnya dengan Nama Presiden, Pria Nigeria Diadili
Masih menanggapi komentar istrinya, Buhari menyebut dirinya memiliki lebih banyak pengalaman politik. "Jadi saya mengklaim memiliki pengetahuan lebih unggul daripada dia (Aisha) dan kalangan oposisi lainnya, karena pada akhirnya saya akan berhasil (dalam pemilu)," tegasnya.
Juru bicara kepresidenan Nigeria, Garba Shehe, berusaha menjelaskan kepada publik bahwa komentar Buhari itu hanyalah gurauan. "Politik terkadang harus dibumbui humor. Orang-orang di sekitarnya (Buhari-red) memahami tidak akan pernah ada momen membosankan dengannya," ucapnya via Twitter.
Namun kritikan dan kecaman untuk Buhari banyak muncul di media sosial. "Ini bukan soal Aisha memprovokasi Buhari, ini soal mentalitas Buhari soal peran wanita di masyarakat," kritik sutradara, penulis dan sinematografer yang menetap di Inggris, @iamMrBoro.
"Kurangnya rasa hormat dari Presiden Buhari kepada istrinya dan juga wanita, seharusnya tidak mengejutkan," sebut editor dan penulis bernama Maryam Kazeem via Twitter.
(nvc/trw)











































