Dilaporkan surat kabar Korea Selatan (Korsel), JoongAng Ilbo yang mengutip sumber yang memahami persoalan ini, seperti dilansir AFP, Rabu (12/10/2016), menyebut Wakil Menlu bernama Kung Sok Ung itu dicopot dari jabatannya dan diusir keluar dari ibu kota Pyongyang.
Kung dan keluarganya dilaporkan diasingkan ke sebuah wilayah pedesaan di pinggiran Negara Komunis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan sumber itu, pemecatan dan pengusiran Kung diperintahkan langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong Un. Perintah itu dikeluarkan usai terjadi pembelotan Wakil Dubes Korut untuk Inggris Thae Yong Ho beserta keluarganya ke Korsel sekitar 2 bulan lalu.
"Sejak pembelotan Thae Yong Ho pada akhir Juli, dilakukan inspeksi menyeluruh dalam tubuh Kementerian Luar Negeri," sebut sumber itu.
"Kung Sok Un dianggap bertanggung jawab atas kedutaan-kedutaan di Eropa dan pencopotan itu menjadi sanksinya," imbuhnya.
Baca juga: Presiden Korsel Undang Warga Korut Membelot ke Wilayahnya
Laporan JoongAng Ilbo juga menyebut, empat diplomat level tinggi lainnya yang bertanggung jawab atas urusan diplomatik di Eropa, juga diusir keluar dari Pyongyang.
Secara terpisah, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Jeong Joon Hee, menyatakan pihaknya masih berusaha memverifikasi laporan itu. Kung yang berusia 72 tahun, merupakan diplomat senior yang telah menangani urusan diplomatik Korut dengan Rusia dan Eropa selama dua dekade terakhir.
Sementara itu, sejak menjabat tahun 2011 lalu, Kim Jong Un memerintahkan sejumlah eksekusi mati dan pencopotan pejabat tinggi demi memperkuat kekuasaannya. Pada Agustus lalu, Korut mengeksekusi mati wakil menteri pendidikan karena menunjukkan sikap tidak hormat kepada Kim Jong Un saat rapat berlangsung.
Baca juga: Bersikap Tak Hormat Saat Pertemuan Kim Jong Un, Pejabat Korut Dieksekusi
Wujud kekejian Kim Jong Un lainnya terjadi saat pamannya sendiri, Jang Song Thaek, yang pernah menjadi orang nomor dua di Korut, dieksekusi mati karena dianggap berkhianat dan melakukan korupsi pada Desember 2013. Kantor berita Korsel, Yonhap, menyebut sedikitnya ada lebih dari 100 pejabat Korut yang dieksekusi mati di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.
(nvc/ita)











































