Kepala Propaganda ISIS Tewas Akibat Serangan Udara AS di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Okt 2016 13:28 WIB
Ilustrasi (BBC World)
Damaskus - Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membenarkan kematian kepala propagandanya di Suriah. Konfirmasi ISIS ini disampaikan setelah Pentagon menyebut serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di Raqqa, Suriah, menewaskan tokoh ISIS.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (1/10/2016), ISIS memberikan penghormatan terakhir pada Wa'il Adil Hasan Salman al-Fayad, yang juga dikenal sebagai Abu Mohammed al-Furqan. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut kapan dan di mana dia tewas. Hanya disebut al-Fayad mati martir.

Dalam keterangan terpisah, Pentagon atau Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa serangan udara koalisi pimpinan AS di Suriah pada 7 September lalu, telah menewaskan al-Fayad.

Baca juga: Polisi Jerman Tangkap Pengungsi Suriah yang Diduga Rencanakan Serangan Bom

Pentagon menyebut al-Fayad sebagai 'Menteri Informasi' ISIS, yang bertugas mengawasi propaganda ISIS juga produksi video propaganda yang menampilkan penyiksaan dan eksekusi mati. Sedangkan keterangan ISIS menyebutnya sebagai 'emir' sayap media ISIS.

Pentagon menyebut al-Fayad sebagai salah satu pemimpin ISIS paling senior. Al-Fayad juga disebut dekat dengan Abu Mohamed al-Adnani, juru bicara ISIS yang tewas pada 30 Agustus lalu.

Disebutkan Pentagon, serangan udara koalisi AS itu dilancarkan di dekat Raqqa, yang merupakan 'ibu kota' ISIS di Suriah. Serangan itu, menurut Pentagon, khusus menargetkan al-Fayad yang sedang mengendarai sepeda motor di luar rumahnya.

Baca juga: Tentara Turki Tewas dalam Pertempuran Melawan ISIS di Suriah

ISIS yang menguasai sejumlah wilayah penting di Irak dan Suriah ini, banyak memproduksi video propaganda yang menunjukkan praktik eksekusi mati para jurnalis dan relawan kemanusiaan yang menjadi sandera mereka, dalam beberapa tahun terakhir.

Militan radikal ini memiliki kelompok simpatisan di luar Irak dan Suriah, yang mendalangi serangkaian serangan bom dan penembakan terhadap warga sipil.

(nvc/ita)