Seperti dilansir Reuters dan CNN, Senin (10/10/2016), beberapa jam sebelum debat capres kedua digelar pada Minggu (9/10) malam waktu AS, Trump duduk bersama 4 wanita yang mengklaim pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh Bill Clinton, suami capres Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Baca juga: Jika Jadi Presiden AS, Trump Bersumpah Jebloskan Hillary ke Penjara
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat wanita itu adalah Paula Jones yang menuding Bill pernah mengajaknya berhubungan seks dan memamerkan alat vitalnya, kemudian Juanita Broaddrick yang mengklaim menjadi korban kekerasan seksual Bill, lalu Kathy Shelton yang menyebut Hillary membela Bill yang melecehkan dirinya, dan Kathleen Willey yang mengklaim Bill pernah meraba tubuhnya.
"Keempatnya yang merupakan wanita sangat pemberani ini diminta untuk hadir," ucap Trump dalam konferensi pers itu. Tudingan wanita-wanita itu bukan hal baru karena mereka sebelumnya pernah mengajukan gugatan ke pengadilan dan Bill tidak dijerat dakwaan pidana serta salah satu kasus selesai dengan pembayaran kompensasi.
Baca juga: Ditanya Soal Komentar Cabul, Trump Singgung Pelecehan Seks Bill Clinton
Aksi Trump menggelar konferensi pers mendadak ini disinyalir sebagai rencana serangan untuk Hillary menjelang debat capres kedua. Trump bahkan mengancam akan membahas soal skandal seks suami Hillary dalam debat.
Dalam debat capres pertama pada 26 September lalu, Trump mengaku menahan diri tidak membahas masa lalu Bill Clinton karena ada Chelsea Clinton, putri Bill dan Hillary yang hadir menonton debat saat itu.
Juru bicara Hillary, Jennifer Palmieri, menyebut manuver Trump ini tidak akan menggoyahkan Hillary. "Jika ini jenis kampanye yang ingin dia (Trump-red) lakukan, itu pilihannya. Para pemilih tidak akan tertarik dengan kampanye semacam ini," tegasnya kepada CNN.
(nvc/ita)











































