"Ketika mereka turun ke bawah, kita akan semakin tinggi," sebut Hillary mengutip kata-kata Michelle dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat beberapa waktu lalu, untuk menjawab serangan Trump, seperti dilansir CNN, Senin (10/10/2016).
Kata-kata itu biasanya digunakan untuk menanggapi seseorang yang menyerang dengan kata-kata kasar atau kejam, atau mem-bully.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Debat Capres AS Kedua, Trump dan Hillary Tak Berjabat Tangan
Dalam tanggapannya, Hillary juga menyebut Trump tidak layak menjabat di Gedung Putih. "Dia (Trump-red) menyebut video itu tidak menunjukkan siapa dirinya, tapi saya pikir jelas bagi siapa saja yang mendengarnya (komentar cabul-red), jelas itu menunjukkan siapa dia sebenarnya," tuding Hillary.
Saat menanggapi pertanyaan soal komentar cabulnya, Trump kembali meminta maaf dan mengaku dirinya malu serta tidak bangga dengan komentarnya di masa lalu. Namun Hillary menyebut Trump sebenarnya tidak pernah meminta maaf kepada orang lain, selain dirinya sendiri.
"Dia tidak pernah meminta maaf soal apapun kepada siapapun," sebutnya, sembari menyinggung sejumlah momen saat Trump menyerang dan menyinggung orang lain, termasuk orangtua tentara AS yang gugur dalam Perang Irak.
Dalam tanggapan yang disampaikan sebelum Hillary menjawab, Trump menyinggung soal skandal seks Bill di masa lalu. Trump menyebut tindakan Bill kepada wanita jauh lebih buruk dari dirinya.
"Saya hanya kata-kata dan dia (Bill-red) adalah tindakan," sebut Trump merujuk pada komentar cabul dan skandal seks Bill.
Baca juga: Ditanya Soal Komentar Cabul, Trump Singgung Pelecehan Seks Bill Clinton
(nvc/ita)











































