Presenter berita CNN Anderson Cooper dan presenter berita ABC Martha Raddatz menjadi moderator dalam debat kedua ini.
Format debat kali ini ada town hall meeting, dengan 40 warga AS, yang belum menentukan pilihan, dihadirkan di atas panggung debat dan berhak mengajukan pertanyaan langsung kepada kedua capres. Begitu tiba di atas panggung, seperti dilansir Reuters, Senin (9/10/2016), Hillary dan Trump tidak berjabat tangan di atas panggung debat dan langsung menuju ke kursi masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hillary menjawab dirinya akan bekerja bersama setiap warga negara AS, dari manapun latar belakangnya. "Saya bisa menjanjikan, saya akan bekerja dengan setiap warga Amerika. Saya akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat Amerika. Saya ingin kita memulihkan negara kita dan bersatu, karena itu yang saya pikir menjadi cara terbaik bagi kita untuk memberikan anak dan cucu kita masa depan yang layak," jawabnya.
Sedangkan Trump menyebut dirinya mencalonkan diri karena lelah melihat hal-hal bodoh terjadi di AS. Trump kembali menegaskan slogannya "Membuat Amerika Hebat Kembali" sebagai tujuan utamanya mencapreskan diri.
"Saya memulai kampanye ini karena saya lelah melihat hal-hal konyol terjadi di negara kita," ucapnya sembari memberi contoh kesepakatan nulklir Iran sebagai hal konyol.
Moderator Cooper kemudian mengingatkan Trump soal inti pertanyaan soal contoh positif, dan menyinggung soal rekaman video yang menunjukkan Trump berkomentar cabul soal wanita. Trump kembali meminta maaf dan menyebut komentar itu hanyalah percakapan di ruang tertutup.
"Ini percakapan di dalam ruang loker. Saya malu, saya membencinya, tapi itu percakapan dalam ruang loker," jawabnya merujuk pada sebutan omongan cabul di antara sesama pria.
Suami Hillary, Bill Clinton dan putri mereka Chelsea Clinton hadir dalam debat. Sedangkan istri Trump, Melania, didampingi ketiga anaknya, Donald Trump Jr, Eric Trump dan Ivanka Trump juga hadir dalam debat.
(nvc/ita)











































