Tidak ada laporan korban jiwa dari kedua pihak, baik akibat roket maupun serangan udara Israel. Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (6/10/2016), militer Israel menyebut roket itu jatuh di dekat Sderot, yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari perbatasan Gaza sebelah timur laut.
Juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyatakan lokasi jatuhnya roket ditutup untuk umum dan tim penjinak bom dikerahkan ke lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
REUTERS/Amir Cohen |
Secara terpisah, kelompok militan kecil aliran Salafi yang menentang Hamas, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. "Alhamdulillah, permukiman Sderot menjadi target roket rakitan," klaim kelompok bernama Ahfad al-Sahaba dalam pernyataannya.
Kelompok yang sama mengklaim bertanggung jawab untuk sejumlah serangan lainnya, namun Israel selalu menuding Hamas bertanggung jawab atas seluruh serangan roket dari Gaza.
Dalam pernyataannya, sumber keamanan Hamas menyebut tembakan dari tank milik militer Israel mengenai sebuah pos keamanan yang digunakan sayap militernya, Ezzedine Al-Qassam Brigades, di wilayah Beit Hanoun, dekat perbatasan Israel. Sumber itu juga menyebut, tiga serangan udara menargetkan markas Ezzedine lainnya di wilayah Khan Yunis, Gaza bagian selatan.
REUTERS/Amir Cohen |
Sedangkan jurnalis AFP melaporkan, dua serangan udara lainnya mengenai pos Hamas dekat Gaza City pada Rabu (5/10) waktu setempat. Militer Israel tidak merilis rincian serangannya terhadap posisi Hamas. Mereka hanya menyebut: "Menargetkan sejumlah pos Hamas."
"Serangan hari ini, merupakan serangan kedua selama bulan Agustus di kota Sderot, adalah dampak langsung dari agenda teror Hamas di Jalur Gaza yang mendorong serangan secara disengaja terhadap warga sipil Israel," tegas juru bicara militer Israel, Peter Lerner.
Hamas mengecam keras serangan udara Israel itu dan menyebutnya sebagai perluasan konflik. "Resistensi ini bukan mencari perluasan (konflik) tapi bersiap untuk membalas dengan opsi apapun," demikian pernyataan Hamas.
(nvc/fdn)












































REUTERS/Amir Cohen
REUTERS/Amir Cohen