130 Ribu Warga AS Ikut Pemungutan Suara Awal

Pilpres AS

130 Ribu Warga AS Ikut Pemungutan Suara Awal

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 12:00 WIB
130 Ribu Warga AS Ikut Pemungutan Suara Awal
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Washington - Sebanyak 130 ribu warga Amerika Serikat (AS) telah mengikuti pemungutan suara awal untuk menentukan presiden selanjutnya. Ini telah menjadi tradisi lama yang semakin populer dalam pilpres AS.

Selang 35 hari sebelum pilpres digelar pada 8 November mendatang, tidak semua pemilih terdaftar di AS mengikuti pemungutan suara lebih awal. Pakar pemungutan suara awal dari University of Florida, Profesor Michael McDonald, seperti dilansir AFP, Rabu (5/10/2016), menyebut baru 130 ribu pemilih yang ikut pemungutan suara lebih awal.

Jumlah itu tergolong sedikit jika dibanding 130 juta pemilih terdaftar yang akan menggunakan hak suaranya pada pilpres November mendatang. Surat suara untuk pemungutan suara awal akan dihitung secara resmi pada hari H pilpres AS, yakni 8 November mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem pemilihan umum di AS berjalan secara desentralisasi, dengan 50 negara bagian menggelar pemungutan suara dan juga penghitungan suara dengan cara masing-masing. Warga AS sendiri memiliki dua opsi dalam pemungutan suara awal, yakni via surat atau datang secara langsung.

Baca juga: Debat Cawapres AS, Kedua Kandidat Berdebat Sengit Soal Kompetensi Capres

Opsi via surat tersedia di seluruh 50 negara bagian dan setiap pemilih diwajibkan meminta surat suara lebih awal. Di sebanyak 20 negara bagian, para pemilih terdaftar juga wajib menyertakan alasan jelas untuk mengikuti pemungutan suara lebih awal.

Sedangkan opsi datang langsung ke tempat pemungutan suara tidak digelar di seluruh negara bagian. Hanya sekitar 37 negara bagian dan Washington DC yang memiliki opsi ini. Tempat pemungutan suara biasanya diadakan di kantor pemerintah distrik setempat. Pemungutan suara awal dengan opsi ini dimulai Oktober ini.

Tidak ada batasan akses untuk surat suara, namun ada beberapa petunjuk soal kandidat mana yang akan dipilih para pemilih dalam pemungutan suara awal. Pemilih AS dibedakan berdasarkan partai masing-masing, apakah Partai Demokrat, Partai Republik, independen atau anggota partai lainnya.

Otoritas pemilihan umum masing-masing wilayah memiliki data statistik untuk jumlah pemilih pada masing-masing partai yang meminta surat suara lebih awal. Di Iowa, contohnya, jumlah pemilih Demokrat yang meminta surat suara lebih awal, lebih banyak dua kali lipat dibanding pemilih Republik.

Baca juga: Cawapres Hillary Sebut Trump Ingkar Janji Untuk Rilis Laporan Pajak

Hal itu menunjukkan keuntungan untuk capres Demokrat, Hillary Clinton, namun data statistik semacam itu belum tentu sesuai dengan hasil pilpres. Bisa jadi Partai Demokrat di Iowa berhasil menggerakkan akar rumput lebih awal dari Partai Republik. Biasanya warga berusia lanjut di AS lebih memilih menggunakan hak suara lebih awal dibanding pemilih muda. Hal ini tentu menguntungkan Partai Republik yang lebih konvensional.

Dari tahun ke tahun, pemungutan suara awal semakin meluas di AS. Data Biro Sensus AS tahun 1996 menunjukkan hanya 10,5 persen suara yang dipungut lebih awal. Sedangkan data tahun 2012 menunjukkan sepertiga dari total surat suara diambil dalam pemungutan suara lebih awal.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads