Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir media lokal NDTV, Selasa (4/10/2016), Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) menemukan burung merpati itu di wilayah Pathankot, lokasi penyerangan militan Pakistan terhadap Pangkalan Udara India pada Januari lalu.
Inspektur Kepolisian setempat, Rakesh Kumar, menyebut burung merpati itu membawa sebuah catatan yang diikatkan padanya dan bertuliskan bahasa Urdu. Polisi menyebut isi catatan itu bernada ancaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jepang dan India Akan Sepakati Kerja Sama Nuklir
Lebih lanjut, Kumar menyebut pesan ancaman itu ditandatangani oleh Lashkar-e-Taiba (LeT), kelompok teror yang berbasis di Pakistan. "Jadi kami menyelidiki kasus ini secara serius," imbuhnya.
Perbatasan antara India dengan Pakistan yang ada di Punjab, Jammu dan Kashmir kini berada dalam pengamanan tinggi setelah serangan militan melanda pangkalan militer di Uri, Kashmir, dua pekan lalu. Serangan itu menewaskan 19 tentara setempat.
Ini bukan pertama kalinya burung terlibat dalam konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan. Baru-baru ini, dua balon dengan pesan ancaman serupa untuk PM Modi dan dalam bahasa Urdu ditemukan di Punjab.
Tahun lalu, polisi India menahan seekor burung merpati yang dicurigai menjadi alat spionase oleh Pakistan. Burung merpati itu bahkan menjalani pemeriksaan sinar X untuk memeriksa keberadaan kamera mata-mata atau chip tersembunyi di dalam tubuhnya.
Baca juga: 4 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa Soal Tata Kelola Hutan di India
Sebelumnya pada tahun 2013, militer India menemukan sebuah kamera kecil dipasang pada seekor elang yang mati.
(nvc/ita)











































