Trump bersikeras praktik memanfaatkan aturan pajak itu banyak membantunya bertahan melalui masa-masa sulit di pasar real estate. Hal ini disampaikan usai surat kabar ternama AS, New York Times (NYT), merilis artikel soal dugaan Trump menghindari membayar pajak lebih dari satu dekade terakhir.
"Saya mampu memanfaatkan aturan pajak negara ini dan ketajaman saya dalam bisnis untuk keluar dari kekacauan real estate ... ketika hanya sedikit orang lainnya yang mampu melakukan apa yang saya lakukan," ujar Trump di hadapan pendukungnya di Pueblo, Colorado, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam artikelnya, NYT menyebut, Trump mengklaim mengalami kerugian hingga US$ 916 juta (Rp 11,8 triliun) dalam laporan pengembalian pajak tahun 1995. Para pakar menyebut, kondisi itu memungkinkan Trump untuk tidak membayar pajak federal selama 18 tahun.
Dalam pidatonya di Pueblo, Trump menanggapi artikel NYT tersebut. "(NYT) Terobsesi dengan tudingan pelanggaran pajak dari tahun 1990-an," sebutnya.
Tim kampanye Trump sendiri tidak berkomentar banyak soal artikel NYT. Pembelaan justru datang dari pendukung Trump, termasuk mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani dan Gubernur New Jersey Chris Christie. Mereka menyebut, sikap Trump memanfaatkan aturan hukum AS untuk meminimalisir kewajiban pajaknya menjadi bukti kejeniusannya sebagai pengusaha dan investor real estate.
Baca juga: Pertama dalam 34 Tahun, USA Today Serukan Pembacanya Tidak Pilih Donald Trump
Saat berbicara di hadapan pendukungnya di Pueblo, Trump menggaungkan hal yang sama. "Saya telah memanfaatkan aturan hukum itu secara cemerlang," klaim pengusaha ternama asal New York ini.
Rival Trump, capres Partai Demokrat Hillary Clinton menyindir soal pernyataan Trump yang menyebut penghindaran pajak sebagai ketajaman bisnis.
"Orang jenius macam apa yang kehilangan satu miliar dolar AS setiap tahun? Ini adalah Trump tepatnya, dia memanfaatkan korporat dan mengambil keuntungan dari situ," ucap Hillary saat berkampanye di Toledo, Ohio.
Hillary berulang kali menyerukan kepada Trump untuk merilis laporan pajaknya secara menyeluruh. Laporan pajak selama ini selalu dirilis kepada publik oleh setiap capres AS. Berbagai alasan digunakan Trump untuk tidak merilis laporan pajaknya, salah satunya dengan menyebut dirinya tengah diaudit.
(nvc/trw)











































