Restoran Sushi di Jepang Dituding Lakukan 'Terorisme Wasabi'

Restoran Sushi di Jepang Dituding Lakukan 'Terorisme Wasabi'

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 17:31 WIB
Restoran Sushi di Jepang Dituding Lakukan Terorisme Wasabi
Ilustrasi (Getty Images)
Tokyo - Jaringan restoran sushi Jepang menjadi sorotan setelah mengaku memberikan terlalu banyak wasabi ke dalam sushi yang dimakan pelanggan-pelanggan warga asing. Restoran ini dituding melakukan 'terorisme wasabi' kepada warga negara asing.

Seperti dilansir AFP, Senin (3/10/2016), jaringan restoran Ichibazushi yang berbasis di Osaka merilis permintaan maaf di situsnya pada Minggu (2/10).
Mereka mengaku telah memberikan porsi wasabi yang terlalu banyak dan membantah ada motif diskriminasi di baliknya.

Ichibazushi bersikeras bahwa sushi yang diisi wasabi itu untuk merespons permintaan para pelanggan yang lahir di luar negeri, yang memesan porsi ekstra wasabi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun mereka mengakui bahwa beberapa koki memasukkan lebih banyak wasabi, dilaporkan dua kali lipat lebih banyak dari biasanya, ke makanan pelanggan tanpa memberitahu terlebih dahulu. Tidak diketahui pasti ada berapa banyak insiden serupa.

"Karena banyak pelanggan kami dari luar negeri yang kerap memesan porsi ekstra acar jahe dan wasabi, kami memberi mereka demikian tanpa memeriksa terlebih dahulu," demikian penyataan pengelola jaringan restoran Ichibazushi.

"Hasilnya sangat tidak menyenangkan bagi beberapa pelanggan yang bukan penggemar wasabi," imbuhnya.

Insiden ini diberitakan oleh media nasional Jepang dan menggunakan istilah 'terorisme wasabi' dari komentar online terhadap kasus itu. Beberapa pengguna internet juga menyebut kasus ini sebagai kasus rasialisme.

"Itu bukan permintaan maaf; itu hanyalah alasan-alasan belaka. Apa yang mereka lakukan adalah kejahatan kebencian," sebut pengguna Twitter di Jepang dengan nama @sakeuchi317.

(nvc/ita)


Berita Terkait