detikNews
Jumat 30 September 2016, 12:55 WIB

Pertama dalam 126 Tahun Media Konservatif AS Dukung Hillary, Pembaca Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Pertama dalam 126 Tahun Media Konservatif AS Dukung Hillary, Pembaca Marah Donald Trump dan Hillary Clinton (Foto: REUTERS/Mike Segar)
Washington, - Untuk pertama kalinya dalam 126 tahun sejarah berdirinya, sebuah surat kabar konservatif di Arizona, Amerika Serikat menyatakan dukungan pada calon presiden dari partai Demokrat, Hillary Clinton, dan bukannya Donald Trump sebagai capres partai Republik. Ini bertentangan dengan tradisi media tersebut yang selalu mendukung capres Republik.

Akibatnya, surat kabar terbesar di negara bagian Arizona itu pun memicu kemarahan banyak pembacanya. Bahkan Arizona Republic yang berbasis di kota Phoenix itu juga mendapat ancaman pembunuhan.

Dalam editorialnya yang dimuat pada Selasa, 27 September waktu setempat, media tersebut menyatakan mendukung capres partai Demokrat, untuk pertama kalinya sejak surat kabar tersebut didirikan pada tahun 1890. Alasannya, Trump bukan konservatif dan tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden.

Dewan editorial Arizona Republic menyatakan, meski Hillary tentunya bukan tanpa cela, namun dia merupakan "pilihan yang unggul."

Tak lama setelah media tersebut mengumumkan dukungannya pada Hillary, para pembaca yang marah mengirimkan email-email bernada kecaman dan membatalkan langganan.

"Kami membuat banyak pembaca marah dan kami telah mendapat beberapa pembatalan langganan," tutur Phil Boas yang mengelola halaman editorial media tersebut.

Menurut Boas, media tersebut telah memperkirakan adanya reaksi kemarahan para pembaca dan tidak menyesali keputusannya.

"Kami merasa sangat senang atas apa yang kami lakukan dan kami tahu bahwa ini keputusan dan pilihan yang bertanggung jawab untuk mendukung Hillary Clinton, bukannya Donald Trump," tutur Boas seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (30/9/2016).

Boas juga mengatakan, medianya telah menerima sejumlah telepon bernada mengancam, termasuk ancaman pembunuhan. Namun dia menolak menjelaskan lebih rinci mengenai ancaman tersebut.

Arizona Republic termasuk di antara surat-surat kabar AS berhaluan konservatif yang mendukung Hillary menjelang pemilihan presiden yang akan digelar November mendatang. Cincinnati Enquirer, surat kabar di Ohio yang selalu mendukung capres Republik selama nyaris satu abad, pekan lalu juga mengumumkan dukungan bagi Hillary. Media tersebut menyebut Trump sebagai "bahaya jelas dan ada bagi negara kita."

Selain itu, media Dallas Morning News yang berbasis di negara bagian Texas yang didominasi pendukung Republik, bulan ini juga melanggar tradisi yang telah berlangsung 75 tahun dengan mendukung Hillary. Disebutkan bahwa Hillary merupakan "satu-satunya kandidat yang serius." Keputusan kedua surat kabar itu juga telah memicu kemarahan para pembacanya, dengan sebagian pembaca membatalkan langganan.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com