Otoritas militer Korsel atau Kepala Staf Gabungan (JCS) menyatakan, tentara Korut tersebut menyeberangi garis demarkasi militer di salah satu perbatasan paling dijaga ketat di dunia itu pada hari ini. Tak ada baku tembak selama pembelotan tersebut.
"Dia kini sedang ditahan untuk ditanyai," demikian disampaikan JCS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan warga Korut dilaporkan kabur dari tanah air mereka setiap tahunnya. Kebanyakan dari mereka menyeberangi perbatasan dengan China sebelum pergi menuju sebuah negara Asia Tenggara, dan akhirnya tiba di Korsel.
Sebelumnya pada Agustus 2014, dua warga Korut berenang di perbatasan Laut Kuning untuk menuju sebuah pulau Korsel. (ita/ita)











































