Diberitakan AFP, Rabu (28/9/2016), kondisi Trump ini menjadi viral di media sosial, dan bahan candaan di samping menjadi ironi karena membuat lawan debatnya tertular.
Tagar seperti #Sniffles, #TrumpSniffles dan #Trumpsniffing telah menjamur setelah kandidat dari partai Republik itu terisak berulangkali saat debat capres disiarkan secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan beberapa orang lainnya mengomentari soal kesehatan Trump. "Terdengar seperti pneumonia bagi saya," ujar mantan anggota kongres dari partai Dmeokrak John Dingell.
Penyakit Pneumonia sering dikaitkan ke Hillary Clinton dalam beberapa waktu terakhir, setelah Trump berungkali mempertanyakan kesehatan dan Stamina Hillary.
"Trump akan membuat HRC (Hillary Clinton) sakit lagi," ujar Carla Ingraham.
Pada debat kali ini, Hillary Clinton dinyatakan memenangkan debat capres pertama melawan capres Partai Republik, Donald Trump. Hillary dianggap mampu menyampaikan pandangan lebih jelas dan lebih memahami isu dibandingkan Trump.
Menurut polling terbaru CNN/ORC, seperti dilansir CNN, Selasa (27/9/2016), sebanyak 62 persen pemilih yang menyaksikan debat menyatakan Hillary sebagai pemenangnya. Sedangkan pemilih yang menyatakan Trump menang dalam debat hanya mencapai 27 persen suara. (tfq/rjo)










































