Ada Asap di Kabin, Philippine Airlines Terbang Kembali ke Manila

Ada Asap di Kabin, Philippine Airlines Terbang Kembali ke Manila

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 14:46 WIB
Ada Asap di Kabin, Philippine Airlines Terbang Kembali ke Manila
Ilustrasi (Saul Loeb/AFP)
Manila - Sebuah pesawat maskapai Philippine Airlines tujuan Jepang terpaksa terbang kembali ke Manila, Filipina selang beberapa menit setelah lepas landas. Hal ini karena terdeteksi asap di dalam kabin pesawat.

"Tampaknya ada informasi bahwa pilot mendeteksi asap di dalam kabin. Jadi sebagai bagian dari langkah keselamatan, pilot memutuskan kembali ke daratan," tutur juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil, Eric Apolonio, seperti dilansir AFP, Senin (26/9/2016).

Pesawat jenis Airbus A340-300 ini membawa 222 penumpang dan 13 awak. Dituturkan pihak maskapai, bahwa insiden terjadi selang 20 menit setelah pesawat lepas landas dari Bandara Manila menuju Bandara Haneda, Tokyo. Asap muncul dari ventilasi udara dan masuk ke bagian kabin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kabin Penuh Asap, Pilot Jetstar Matikan Mesin dan Alihkan Penerbangan

Penyebab insiden ini masih diselidiki oleh otoritas setempat.

Pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Manila. Pihak maskapai Philippine Airlines menegaskan, tidak ada kepanikan di dalam pesawat. Seluruh penumpang diturunkan dari pesawat dengan selamat dan akan diterbangkan ke Jepang menggunakan pesawat lainnya.

Pekan lalu, insiden terjadi di Bandara Manila, Filipina saat sebuah pesawat maskapai Arab Saudi, Saudia, terpaksa diisolasi setelah mendarat karena pilot salah menekan tombol alarm pembajakan sebanyak dua kali. Otoritas Filipina menyebut insiden ini sebagai 'false alarm'.

Baca juga: Pilot Saudia Salah Tekan Alarm Pembajakan 2 Kali, Akan Diselidiki

Dampak dari insiden ini, sebanyak 410 penumpang dan 17 awak terjebak selama berjam-jam di dalam pesawat. Sebagian besar penumpang merupakan jemaah haji yang baru pulang dari Saudi. Pasca insiden ini, otoritas Filipina menegaskan akan menanyai sejumlah pihak termasuk pilot pesawat.

(nvc/nwk)


Berita Terkait