Seperti dilansir AFP, Jumat (23/9/2016), balita bernama Tserin Dopchut ini ditemukan warga setempat di dalam hutan yang berjarak 3 kilometer dari tempat tinggalnya, pada Rabu (21/9) waktu setempat. Operasi pencarian besar-besaran dilakukan untuk mencari balita ini.
Balita ini menghilang saat bermain dengan teman-teman dan anjing peliharaannya. Dia bertahan hidup dengan memakan cokelat yang dibawa di dalam kantongnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mau makan dan meskipun dia terjebak cuaca dingin, dia tidak terkena penyakit," imbuhnya.
Pejabat otoritas Tuva, yang berbatasan dengan Mongolia, menyampaikan via sosial media bahwa balita itu berhasil ditemukan setelah mendengar teriakan pamannya yang mencarinya bersama tim penyelamat.
"Dia (Dopchut) bilang dia makan semua cokelat yang ada di dalam kantongnya dan bersantai dan kemudian tidur. Terungkap anak kecil ini menemukan tempat kering di bawah pepohonan lrach dan tidur di sana," ucap pejabat bernama Sholban Kara-ool itu.
Kawasan hutan di Tuva dikenal memiliki populasi serigala tertinggi di Rusia. Kepala badan urusan darurat lokal, Ayas Saryglar, seperti dilansir CNN, menyebut nyawa Dopchut dalam bahaya saat tersesat di dalam hutan.
"Ada banyak serigala dan beruang di hutan. Beruang-beruang sekarang menggemukkan diri untuk musim dingin. Mereka bisa menyerang apa saja yang bergerak. Bahkan, meskipun hangat saat siang hari, saat malam hari bahkan ada es," tuturnya kepada Siberian Times.
Suhu udara di wilayah tersebut tercatat bisa mencari di bawah 5 derajat Celcius saat malam hari. Insiden anak hilang semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah yang sama. Tahun 2014 lalu, anak perampuan berusia 4 tahun bernama Karina Chikitova ditemukan selamat meskipun dalam kondisi kurus kering setelah bertahan hidup selama 11 hari dengan hanya makan buah beri di tengah hutan.
(nvc/nwk)











































