Dilansir AFP, Jumat (23/9/2016), korban selamat bercerita, kapal penangkap ikan itu membawa 450 orang imigran pada Rabu (21/9) pagi. Namun saat berlayar sejauh 12 kilometer dari lepas Pantai Rosetta, kapal itu tiba-tiba terbalik.
Pihak militer Mesir mengatakan sejauh ini ada 163 orang korban selamat. Sementara otoritas resmi kementerian kesehatan mengatakan 52 jenazah telah diambil Kamis (22/9) pagi ini. Koresponden AFP di lokasi melihat kapal militer milik Mesir membawa 6 jasad yang terbungkus kantong jenazah ke daratan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah korban tewas terus bertambah. Kapal tersebut memiliki ruang pendingin untuk ikan tangkapan dan belum dibuka. Kemungkinan masih banyak orang di dalamnya," ujar sumber medis kepada AFP.
Insiden mematikan ini terjadi beberapa bulan setelah agensi perbatasan Uni Eropa, Frontex, memperingatkan bertambahnya jumlah imigran yang menyeberang ke Eropa melalui Mesir sebagai titik keberangkatan.
Padahal risiko geolombang tinggi laut Mediterania hingga kapasitas kapal yang tak sebanding dengan jumlah penumpang menghantui perjalanan para imigran ini ke tanah harapan. (rni/fdn)











































