"Kami belum melihat kemungkinan untuk pemberlakuan jam malam," ujar Kepala Polisi kota Charlotte-Mecklenburg dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Kamis (21/9/2016). Pernyataan ini dia keluarkan menyusul bentrokan yang masih terus terjadi di hari kedua kerusuhan tersebut.
Hal tersebut juga diungkapkan Wali Kota Charlotte, Jennifer Roberts, yang mempertimbangkan untuk memberlakukan jam malam sebagai upaya meredakan kerusuhan.
"Mungkin pemberlakuan jam malam dan hal semacamnya, tapi sekarang kita terus melanjutkan upaya yang sudah ada," ucap Roberts, sembari menyerukan warganya tetap tinggal di rumah dan tidak mendekati lokasi kerusuhan.
Baca juga: Kerusuhan Terus Berlanjut, Gubernur North Carolina Tetapkan Situasi Darurat
Melalui akun Twitternya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (22/9), Gubernur North Carolina Pat McCrocy mengumumkan penetapan situasi darurat untuk wilayahnya. McCrocy juga mengaktifkan pengerahan Garda Nasional dan Patroli Jalan Raya untuk membantu penegak hukum lokal.
Unjuk rasa memprotes kematian Keith Lamont Scott, warga keturunan Afrika-Amerika, dimulai sejak Selasa (20/9) waktu setempat dan berjalan damai. Namun kemudian bentrokan terjadi dan berlanjut hingga Rabu (21/9) malam. Seorang demonstran dalam kondisi kritis setelah terkena tembakan, yang dipastikan berasal dari seorang warga sipil dan bukan polisi. (rni/fdn)











































