Seperti dilansir AFP, Kamis (22/9/2016), puluhan warga Palestina itu ditangkap di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat dengan berbagai macam tudingan, mulai dari melakukan pencurian hingga dicurigai terkait terorisme.
Otoritas Israel menyebut, 23 warga Palestina ditangkap dalam penggerebekan polisi di Issawiya dan kamp pengungsi Shuafat dalam dua hari terakhir. Berbagai senjata api dan amunisi juga disita dalam penggerebekan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tusuk 2 Polisi Israel, Warga Palestina Ditembak
"Sebagai bagian dari operasi kepolisian itu, 23 tersangka ditangkap atas kecurigaan terlibat dalam terorisme, kerusuhan, kepemilikan senjata ilegal, narkoba dan pencurian properti," imbuh pernyataan itu.
Sebanyak 12 warga Palestina lainnya ditangkap dalam penggerebekan di sejumlah area di Tepi Barat, pada Rabu (21/9) malam. Di antara mereka yang ditangkap di wilayah itu terdapat empat orang yang diyakini sebagai anggota Hamas.
Gelombang kekerasan yang melanda wilayah yang diduduki Israel sejak Jumat (16/9) pekan lalu, mengganggu ketenangan yang berlangsung beberapa minggu terakhir. Otoritas Israel menyebut, sedikitnya 9 serangan oleh warga Palestina terjadi dalam waktu sepekan terakhir. Sebagian besar insiden diwarnai penikaman atau percobaan penikaman.
Secara terpisah, otoritas Palestina mengecam peningkatan keamanan oleh Israel. Mereka menyebut Israel membangun sejumlah pos keamanan baru dengan menutup lebih banyak desa Palestina.
Baca juga: Dalam 24 Jam, 4 Penyerang Warga dan Tentara Israel Ditembak Mati
Hari libur Yahudi akan dimulai pada bulan Oktober, yang akan diwarnai meningkatnya pengunjungi situs sakral Yahudi, Temple Mount, di Yerusalem Timur. Di kompleks yang sama dengan berdirinya Temple Mount, terdapat juga situs suci umat Islam, yakni Masjid Al-Aqsa.
Kompleks itu kerap dilanda bentrokan antara warga Palestina dengan polisi Israel saat hari libur Yahudi.
(nvc/nwk)











































