Seperti dilansir AFP, Rabu (21/9/2016), sejumlah penumpang berhasil berenang ke pinggir sungai ketika kapal feri tiba-tiba tenggelam saat hendak berlayar dari Banaripara, distrik Barisal. Saat insiden terjadi, kapal feri ini dilaporkan membawa sekitar 70-80 orang.
"Sejauh ini, kami sudah menemukan 13 jasad, termasuk tiga wanita dan seorang anak. Belasan orang lainnya masih hilang," tutur Kepala Kepolisian Barisal, Mohammad Akhteruzzaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga kapal feri ini kelebihan muatan saat insiden ini terjadi. Dituturkan Akhteruzzaman, bahwa para penyelam telah berhasil menemukan lokasi kapal yang tenggelam. Kapal feri itu akan ditarik hingga ke tepi sungai.
"Sebuah kapal penyelamat lainnya dikerahkan ke lokasi, untuk membantu upaya penyelamatan," imbuhnya.
Insiden semacam ini tergolong sering terjadi di Bangladesh, yang memiliki banyak transportasi air namun sangat kurang pada pemenuhan standar keamanan. Seringkali insiden semacam ini memicu banyak korban jiwa, bahkan hingga ratusan nyawa melayang.
Dalam insiden-insiden itu, kelebihan muatan menjadi faktor umum yang menjadi pemicunya. Setiap kali ada insiden semacam ini terjadi, otoritas Bangladesh bersumpah untuk memperketat regulasi. Namun tetap saja insiden serupa terjadi lagi.
(nvc/jor)











































