Dalam rekam medis itu, seperti dilansir AFP, Kamis (15/9/2016), disebutkan juga bahwa Hillary yang berusia 68 tahun ini mulai pulih dari pneumonia 'sedang' yang dideritanya. Pneumonia itu membuat Hillary nyaris pingsan karena dehidrasi dan kepanasan saat menghadiri upacara peringatan 15 tahun tragedi 9/11 di New York, pada Minggu (11/9) pagi.
Baca juga: Dokter Ternama AS Sebut Kemungkinan Hillary Clinton Diracun
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia pulih dengan baik setelah mendapat antibiotik dan istirahat," sebut Bardack, sembari menyebut organ vital Hillary dalam kondisi normal.
"Dia akan tetap sehat dan bugar untuk menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat," tegas Bardack soal kondisi mantan Ibu Negara AS ini.
Baca juga: Merasa Lebih Baik, Hillary Clinton Tak Sabar Kembali Berkampanye
Dalam rekam medis itu, Bardack juga menekankan, bahwa Hillary dalam kondisi mental yang baik. "Kondisi mental yang baik sekali," sebutnya.
Informasi soal kondisi kesehatan Hillary baru diungkapkan pada Minggu (11/9) selang beberapa jam setelah Hillary kedapatan meninggalkan upacara peringatan tragedi 9/11 lebih awal. Saat diumumkan, ternyata diketahui bahwa Hillary sebenarnya sudah didiagnosis pneumonia sejak dua hari sebelumnya.
Hal itu menuai kritikan terhadap transparansi tim kampanye Hillary dan memicu spekulasi soal penyakit lebih parah yang diderita Hillary. Dalam penegasannya, juru bicara Hillary, Brian Fallon, menuturkan tidak ada penyakit lain yang diderita Hillary selain pneumonia.
"Tidak ada kondisi kesehatan yang belum diungkapkan ke publik. Pneumonia adalah intinya," tegasnya pada Selasa (13/9) waktu setempat. Hillary berada di rumahnya di Chappaqua, New York selama tiga hari berturut-turut hingga Rabu (14/9).
Baca juga: Hillary Clinton Didiagnosis Pneumonia, Trump: Saya Harap Dia Segera Sembuh
(nvc/nwk)











































