Tim Kampanye Akan Update Kondisi Hillary Clinton yang Menderita Pneumonia

Tim Kampanye Akan Update Kondisi Hillary Clinton yang Menderita Pneumonia

Rini Friastuti - detikNews
Selasa, 13 Sep 2016 04:00 WIB
Tim Kampanye Akan Update Kondisi Hillary Clinton yang Menderita Pneumonia
Hillary Clinton (Foto: Brian Snyder/ Reuters)
Washington DC - Tim kampanye Hillary Clinton akan memberikan pernyataan berkaitan dengan perkembangan kondisi kesehatan Hillary yang menurun akibat menderita Pneumonia. Hal tersebut disampaikan juru bicara kampanye Hillary, Brian Fallon.

"Kami telah berbicara dengan dokter pagi ini untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kondisi kesehatannya. Kami akan menyampaikan perkembangannya beberapa hari lagi," ujar Fallon dalam wawancara di televisi MSNBC seperti dilansir AFP, Selasa (13/9/2016).

Informasi ini, kata Fallon, tentunya akan menjawab kekhawatiran publik tentang kondisi Hillary pasca didiagonsa menderita Pneumonia, atau yang dikenal dengan sebutan paru-paru basah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada MSNBC, Fallon juga memberikan klarifikasi terkait kondisi Clinton saat tiba-tiba jatuh sakit di upacara peringatan 9/11. Dia mengatakan saat itu Clinton tidak kehilangan kesadaran, namun merasa pusing setelah sebelumnya mengalami kepanasan.

Hillary membatalkan rangkaian kampanyenya di California, usai didiagnosis menderita pneumonia setelah jatuh sakit saat menghadiri upacara peringatan 15 tahun tragedi 9/11 di New York.

Enam minggu terakhir, Hillary terus menjalani jadwal yang sibuk termasuk menghadiri tiga acara penggalangan dana untuk kampanyenya sepanjang bulan Agustus. Hillary dijadwalkan menghadiri kampanye yang juga penggalangan dana di California pada Senin (12/9) dan Selasa (13/9) waktu setempat.

Hillary sebenarnya didiagnosis menderita pneumonia sejak Jumat (9/9) waktu setempat. Namun kondisinya baru terungkap ke publik setelah beredar video di media sosial yang menunjukkan Hillary meninggalkan lokasi upacara peringatan 9/11 pada Minggu (11/9) pagi waktu setempat, lebih awal dari yang lain.

"Dia mengalami batuk-batuk yang berkaitan dengan alergi. Pada Jumat (9/9), saat menjalani evaluasi penyakit batuknya yang berkepanjangan, dia didiagnosis dengan pneumonia," tutur dokter yang memeriksa Hillary, Lisa Bardack, dalam pernyataannya. (rni/hri)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads