Korban Tewas Banjir di Korut Bertambah Jadi 133 Orang, 395 Lainnya Hilang

Korban Tewas Banjir di Korut Bertambah Jadi 133 Orang, 395 Lainnya Hilang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Sep 2016 12:56 WIB
Korban Tewas Banjir di Korut Bertambah Jadi 133 Orang, 395 Lainnya Hilang
Ilustrasi (REUTERS/Denis Balibouse/File Photo)
Pyongyang - Korban tewas akibat banjir parah di Korea Utara (Korut) bertambah menjadi 133 orang. Sebanyak 395 orang lainnya masih hilang dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi akibat bencana alam tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/9/2016), informasi itu disampaikan oleh PBB yang mengutip keterangan terbaru pemerintah Korut kepada PBB. Disebutkan juga bahwa sekitar 107 ribu warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka di sepanjang Sungai Tumen yang meluap.

Media nasional Korut di wilayah timur laut negara tersebut, yang dekat dengan perbatasan China dan Rusia, merupakan wilayah terdampak banjir paling parah. Kampanye kerja paksa 200 hari untuk perekonomian Korut, dialihkan sementara untuk membantu para korban banjir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 60 Orang Tewas Akibat Banjir di Korut, 44 Ribu Warga Mengungsi

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam pernyataannya menyebut lebih dari 35.500 rumah warga digenangi banjir dan sekitar 69 persen di antaranya hancur total. Sedangkan 8.700 bangunan publik di wilayah yang sama, juga rusak akibat banjir.

Sekitar 16 ribu hektare lahan pertanian tergenang banjir dan sedikitnya 140 ribu orang membutuhkan bantuan darurat.

OCHA menambahkan, kelompok gabungan dari badan-badan PBB, LSM internasional, Palang Merah Internasional dan juga Palang Merah Korea Utara telah mengunjungi sejumlah wilayah yang terkena banjir di Korut, pekan lalu, demi menaksir bantuan apa saja yang dibutuhkan.

Baca juga: Korut Siap Menggelar Uji Coba Nuklir Selanjutnya

Disebutkan oleh OCHA, bantuan kemanusiaan seperti makanan, tempat pengungsian, peralatan dapur dan alat pemurni air serta suplai kesehatan telah mulai disalurkan kepada korban banjir di Korut.

Wilayah Korut memang sangat rapuh pada bencana alam, khususnya banjir. Dalam badai besar tahun 2012, sedikitnya 169 orang tewas di Korut. Negara komunis itu memang didominasi oleh gunung dan bukit, namun sejak lama mengalami penebangan untuk tambang juga lahan pertanian. Hal ini memicu aliran air hujan dari perbukitan tidak terdeteksi.

(nvc/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads