"Kejadian tragis ini belum pernah terjadi di negara kita sebelumnya. Kita tidak pernah tahu ini bakal terjadi. Pemerintah bersama anda sekalian (warga) dan tidak akan pernah meninggalkan anda," kata Perdana Menteri Tanzania Kassim Majaliwa, dilansir AFP, Senin (12/9/2016).
Sementara itu, Presiden Tanzania John Magufuli juga turut menyampaikan duka mendalam atas bencana yang telah menelan ratusan korban tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di kota Bukoba, sekitar 270 rumah hancur dan listrik padam. Kapasitas rumah sakit di kota tersebut langsung penuh dan stok obat-obatan terbatas akibat banyaknya korban.
"Telekomunikasi terganggu dan kami berusaha untuk mendapatkan gambar yang jelas tentang kerusakan yang terjadi di rumah sakit dan infrastruktur penting lainnya," ujar koordinator Red Cross Andreas Sandin dalam pernyataannya.
Survei Geologi Amerika Serikat menyebut, guncangan gempa di Tanzania juga terasa di Rwanda, Burundi, Uganda dan Kenya. (nkn/nkn)











































