Dikutip dari Aljazeera.com, Minggu (11/9/2016), para jemaah dari sekitar 150 negara mulai bergerak menuju Mina. Dari Masjidil Haram, sekitar 8 km jarak yang harus ditempuh para jemaah menuju Mina.
Baca: Cuaca Panas Ekstrem, Ini Tips Bagi Jemaah Haji Saat Ibadah Armina
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, peristiwa di Jamarat yang menewaskan ratusan jemaah menjadi evaluasi bagi Arab Saudi. Mengatasi masalah keamanan, sebagian para jemaah diberikan gelang elektronik yang menyimpan data pribadi jemaah sehingga memudahkan identifikasi.
Seribuan CCTV juga terpasang di sejumlah lokasi untuk memantau pergerakan jemaah.
Sebelummnya diberitakan, anggota Sektor Khusus Masjidil Haram, Kompol Risben, melaporkan nyaris hanya ratusan jemaah saja yang mendatangi Masjidil Haram. Saat salat Ashar berjamaah, suasana di berbagai sudut Masjidil Haram sepi.
Baca: Lontar Jumrah dan Pergerakan Saat Armina
"Kami dari sektor khusus Masjidil Haram melaksanakan sweeping mencari jemaah Indonesia yang masih berada di Masjidil Haram untuk disarankan kembali ke hotel persiapan menuju Arafah," terangnya.
Hingga saat ini proses pemberangkatan, jemaah menuju Arafah masih berlangsung. Ada tiga fase pemberangkatan jemaah yakni pagi, siang dan sore. Para jemaah akan menempati sekitaf 52 maktab di Arafah. Masing-masing Maktab nanti akan diisi oleh sekitar 3.000 orang jemaah.
Prosesi wukuf baru akan berlangsung besok Minggu (11/9) selepas dzuhur. Setelah itu jemaah akan ke Muzdalifah dan ke Mina untuk melontar jumrah. (mpr/erd)










































