Jelang 15 Tahun Tragedi 9/11, Obama Serukan Rakyat AS Bersatu

Jelang 15 Tahun Tragedi 9/11, Obama Serukan Rakyat AS Bersatu

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 10 Sep 2016 18:46 WIB
Jelang 15 Tahun Tragedi 9/11, Obama Serukan Rakyat AS Bersatu
Barack Obama (REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendorong warganya tetap bersatu menghadapi serangan teroris. Seruan ini menjelang peringatan 15 tahun tragedi 11 September atau 9/11.

"Dalam menghadapi terorisme, bagaimana cara kita menanggapi menjadi penting. Kita tidak bisa menyerah pada pihak-pihak yang memecah-belah kita. Kita tidak bisa bereaksi dengan cara yang mengikis dasar sistem kemasyarakatan kita," ucap Obama dalam pernyataannya menjelang peringatan 15 tahun tragedi 11 September 2001, seperti dilansir AFP, Sabtu (10/9/2016).

"Karena inilah keberagaman kita, menyambut baik seluruh talenta, memperlakukan semua orang dengan adil -- tidak peduli ras, jenis kelamin, etnis, atau keyakinan mereka -- itulah yang membuat negara kita hebat. Itu yang membuat kita tabah. Dan jika kita terus memegang nilai-nilai itu, kita akan mampu menegakkan warisan dari mereka yang pergi dan menjaga negara kita tetap kuat dan bebas," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 15 Tahun Berlalu, Warga AS Peringati Tragedi 9/11 dengan Ketabahan

Pada 11 September 2001 lalu, menara kembar World Trade Center di New York ditabrak dan dihancurkan oleh dua pesawat penumpang yang dibajak sejumlah teroris Al-Qaeda. Satu pesawat lainnya menghantam gedung Pentagon dan satu lagi jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania.

Sedikitnya 2.753 orang tewas dalam tragedi berdarah yang mengguncang publik AS dan dunia itu. Usai tragedi itu, AS bersikap keras terhadap terorisme dengan memfokuskan operasi militer terhadap Al-Qaeda dan Taliban, sebelum memperluas operasi terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Sebanyak 19 pelaku pembajak pesawat, yang identitasnya diidentifikasi 72 jam setelah serangan, dinyatakan terkait Al-Qaeda dalam penyelidikan AS. Semuanya berkewarganegaraan asing, dengan 15 orang dari Arab Saudi, 2 orang dari Uni Emirat Arab dan masing-masing satu orang dari Libanon dan Mesir. Para pelaku masuk secara bertahap ke AS sejak setahun sebelum serangan 9/11 terjadi dan semuanya terlatih membajak pesawat terbang.

Baca juga: Ancam AS, Al-Qaeda Serukan Serangan 9/11 Akan Berulang Ribuan Kali

"Membangkitkan salah satu momen tergelap dalam sejarah negara kita," ucap Obama sembari menekankan banyak hal berubah selama 15 tahun terakhir.

"Kita menegakkan keadilan bagi (pemimpin Al-Qaeda) Osama bin Laden. Kita memperkuat keamanan dalam negeri kita. Kita mencegah serangan. Kita menyelamatkan banyak nyawa," imbuhnya.

Namun pada saat yang sama, Obama menyinggung teror masih melanda AS seperti di Boston, San Bernardino dan Orlando. "Ancaman teroris telah berkembang," sebutnya.

Baca juga: Pertama Kali, Obama Pilih Muslim Jadi Hakim Federal AS

"Begitu juga di Afghanistan, Irak, Suriah dan sekitarnya, kita akan tetap keras terhadap teroris seperti Al-Qaeda dan ISIL (nama lain ISIS). Kita akan menghancurkan mereka. Dan kita akan tetap melakukan apapun semampu kita untuk melindungi tanah air kita," tandas Obama. (nvc/tor)


Berita Terkait