Pabrik Bangladesh Dilanda Kebakaran Hebat, 21 Orang Tewas

Pabrik Bangladesh Dilanda Kebakaran Hebat, 21 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 10 Sep 2016 15:56 WIB
Warga membantu pemadaman api (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Dhaka - Kebakaran hebat melanda pabrik pengemasan di Bangladesh. Sedikitnya 21 orang tewas dan 70 orang lainnya luka-luka, beberapa kritis dalam insiden ini.

Disampaikan otoritas Bangladesh, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (10/9/2016), kebakaran ini dipicu oleh ledakan pada tangki pemanas yang ada di dalam pabrik dengan empat lantai di kota Tongi, sebelah utara ibu kota Dhaka ini.

"Sedikitnya 70 orang luka-luka. Kebanyakan dari mereka mengalami luka bakar. Kami mengirimkan korban luka yang kritis ke sejumlah rumah sakit di Dhaka," tutur dokter pada rumah sakit Tongi, Parvez Mia, kepada AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa dari mereka dalam kondisi sangat kritis," imbuhnya.

Petugas memadamkan api di pabrik pengemasan Bangladesh (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Mia menyebut, korban tewas dalam insiden ini mencapai 15 orang. Namun otoritas Bangladesh menyatakan korban tewas bertambah menjadi 21 orang.

Dilaporkan sekitar 100 orang tengah bekerja di dalam pabrik, ketika ledakan yang memicu kebakaran terjadi di dalam ruangan tangki pemanas. Polisi setempat mengkhawatirkan, masih banyak pekerja yang terjebak di dalam gedung pabrik, saat api menyebar dengan sangat cepat.

Besarnya kebakaran membuat orang-orang kesulitan untuk menyelamatkan diri keluar gedung. Ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang terus berkobar. "Apinya masih belum bisa dikendalikan," tutur Inspektur Kepolisian Sirajul Islam kepada AFP.

Secara terpisah, Tahmidul Islam dari Unit Kepolisian Industri Bangladesh menyebut bahan kimia yang disimpan di lantai dasar pabrik turut berkontribusi dalam menyebarnya api kebakaran dengan sangat cepat pada Sabtu (10/9) pukul 06.00 waktu setempat.

Petugas memadamkan kebakaran di pabrik pengemasan Bangladesh (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

"Apa yang kita dengar adalah keberadaan bahan kimia yang disimpan di lantai dasar. Akibatnya, api menyebar dengan cepat," terangnya kepada AFP.

Pabrik itu memproduksi dan mencetak kemasan plastik untuk makanan, seperti keripik kentang dan alat rumah tangga ukuran kecil termasuk jaring antinyamuk.

(nvc/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads