Dituturkan operator kereta gantung itu, seperti dilansir AFP, Jumat (9/9/2016), kereta gantung yang berhenti mendadak sejak Kamis (8/9) sore itu, telah kembali menyala. Kereta gantung itu menghubungkan Aiguille du Midi di sisi wilayah Prancis dengan Pointe Helbronner yang ada di perbatasan Italia.
"Telah beroperasi kembali sekitar 5 menit lalu, kabel terakhir (yang memblokir sistem) telah berhasil diurai," terang CEO Mont-Blanc Company, Mathieu Dechavanne, yang mengelola sistem kereta gantung itu, kepada AFP sebelum pukul 08.00 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Dechavanne, bahwa para turis yang semalaman terjebak di atas kereta gantung kini bisa diselamatkan tanpa perlu mengerahkan helikopter. Laporan sebelumnya menyebut 33 orang, termasuk bocah 10 tahun, terjebak di atas kereta gantung yang berhenti mendadak di ketinggian 3.800 meter.
Seperti dilansir Reuters, para turis yang telah diselamatkan, terlihat berada di kafe yang ada di dekat pangkalan kereta gantung di kota Chamonix, Prancis pada Jumat (9/9) pagi. Polisi dan wartawan mengerumuni lokasi tersebut.
Awalnya ada sekitar 110 orang yang terjebak di dalam kereta gantung sejak Kamis (8/9) sekitar pukul 15.40 waktu setempat. Kereta-kereta gantung yang masing-masing berkapasitas 4 orang itu, berhenti mendadak karena insiden teknis yang belum dijelaskan secara rinci oleh otoritas setempat.
Dalam penjelasan sebelumnya, Dechavanne menyebut sejumlah kabel kereta gantung saling menjerat karena alasan yang tak diketahui, namun diduga dipicu angin kencang. Otoritas setempat memutuskan mengevakuasi korban yang terjebak, setelah teknisi tidak bisa memperbaiki kabel dengan segera.
Baca juga: 33 Turis Terjebak di Kereta Gantung di Pegunungan Alpen, Situasi Menegangkan
Sekitar 77 orang berhasil dievakuasi oleh petugas penyelamat, termasuk 48 orang yang diterbangkan dengan helikopter. Sedangkan 30 orang lainnya yang ada di kereta gantung yang paling dekat dengan dataran di bawahnya, berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan petugas penyelamat.
Saat hari semakin malam dan cuaca memburuk, operasi penyelamatan terpaksa dihentikan sementara. Tersisa 33 orang yang masih terjebak di atas kereta gantung. Mereka terpaksa bermalam di atas pegunungan dengan cuaca ekstrem di sekitarnya.
"Kami terus berkomunikasi dengan mereka sepanjang malam, orang-orang itu kedinginan," terang kepala kepolisian setempat, Stephane Bozon, kepada AFP saat operasi penyelamatan dimulai kembali pada Jumat (9/9) pagi waktu setempat. Bozon menyebut, tidak ada korban yang mengalami masalah kesehatan usai terjebak semalaman di tengah cuaca ekstrem.
(nvc/ita)










































