Korut Uji Coba Nuklir, Daya Ledaknya Nyaris Samai Bom Atom Hiroshima

Korut Uji Coba Nuklir, Daya Ledaknya Nyaris Samai Bom Atom Hiroshima

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Sep 2016 14:56 WIB
Korut Uji Coba Nuklir, Daya Ledaknya Nyaris Samai Bom Atom Hiroshima
Foto dokumentasi Kim Jong Un saat memantau uji coba rudal Korut beberapa waktu lalu (KCNA/Files via Reuters)
Pyongyang - Otoritas Korea Utara (Korut) mengklaim hulu ledak nuklir yang diuji coba pada Jumat (9/9) sesuai standar dan bisa diproduksi sebanyak mungkin. Dengan daya ledak 10 kiloton, nuklir Korut itu disebut-sebut nyaris menyamai bom nuklir Hiroshima pada Perang Dunia II silam.

"Standarisasi hulu ledak nuklir akan memampukan DPRK untuk memproduksinya kapan saja dan sebanyak mungkin saat menginginkan variasi hulu ledak nuklir yang lebih kecil, lebih ringan dan lebih beragam daya serangnya," sebut televisi nasional Korut, KCNA, seperti dilansir Reuters, Jumat (/9/2016).

DPRK merupakan kependekan dari Republik Demokratik Rakyat Korea yang merupakan nama resmi Korut. Dalam pernyataan resminya, Korut menyebut uji coba untuk menguji miniatur hulu ledak nuklir itu digelar dengan sukses.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Korut Mengklaim Uji Coba Hulu Ledak Nuklir Sukses

Korut menyebut, uji coba itu membuktikan kemampuannya dalam memasukkan hulu ledak nuklir ke dalam rudal balistik jarak menengah.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Korut kembali menggelar uji coba rudal balistik yang kesekian kalinya di saat para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sedang menghadiri KTT G20 di China.

Klaim Korut soal miniatur hulu ledak nuklir memang belum bisa diverifikasi secara independen. Namun jika terbukti benar, kemampuan negara komunis itu akan memicu kekhawatiran baru bagi negara-negara tetangganya, seperti Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

Badan intelijen Korsel telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa Korut mengalami kemajuan lebih cepat dalam menciptakan miniatur hulu ledak nuklir pada rudal. Salah satu anggota Komisi Intelijen parlemen Korsel, Kim Byung-kee yang mengutip badan intelijen, menyatakan uji coba nuklir terbaru itu dimaksudkan untuk memamerkan citra kuat pemimpin mereka, Kim Jong Un, tepat saat peringatan berdirinya negara komunis itu sejak tahun 1948.

Baca juga: Korut Kembali Uji Coba Nuklir, Prancis Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak

Setidaknya dalam lima kali uji coba nuklir, Korut berupaya terus mengembangkan kemampuannya. Catatan CNN menyebut, uji coba nuklir pertama Korut pada Oktober 2006 lalu memiliki daya ledak kurang dari 1 kiloton, dengan catatan 1 kiloton sama dengan 1.000 ton TNT. Pada uji coba nuklir kedua yang digelar Mei 2009, daya ledaknya bertambah menjadi 2 kiloton.

Kemudian saat uji coba nuklir ketiga pada Februari 2013, pertambahan daya ledak kembali terjadi yakni mencapai 6-7 kiloton. Uji coba nuklir keempat pada Januari 2016 lalu meskipun daya ledaknya tidak bertambah banyak, yakni 4-6 kiloton, namun diklaim Korut sebagai uji coba bom hidrogen yang bersifat menghancurkan.

Pejabat Badan Meteorologi Korsel, Kim Nam-wook, menyebut uji coba terbaru Korut itu memiliki daya ledak 10 kiloton atau dua kali lipat lebih besar dari uji coba sebelumnya pada Januari lalu, dan terbesar sejauh ini. Untuk perbandingan, seperti dilansir CNN, kekuatan itu nyaris menyamai bom nuklir Hiroshima yang memiliki 15 kiloton daya ledak. Sedangkan bom nuklir Nagasaki memiliki daya ledak 21 kiloton.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads