Kantor kepresidenan Korsel, Blue House menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (9/9/2016), dalam percakapan telepon selama sekitar 15 menit tersebut, Obama mengatakan akan mengambil tindakan sesuai traktat pertahanan bersama dengan Korsel. Termasuk memberikan perlindungan nuklir untuk melindungi Korsel dari setiap ancaman Korut.
Disebutkan Blue House, kedua pemimpin sepakat menggunakan semua cara-cara yang ada untuk menekan Korut agar menghentikan program nuklirnya. Ini termasuk, mengeluarkan resolusi baru Dewan Keamanan PBB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan memastikan bahwa kami akan melakukan langkah-langkah defensif sehingga Amerika terlindungi, sekutu-sekutu kami terlindungi," ujar Obama kepada para wartawan di Laos.
"Kami akan terus memberikan tekanan-tekanan paling keras terhadap Korut sebagai konsekuensi atas tindakannya ini," tegasnya.
Uji coba nuklir terbaru yang digelar Korut pada Jumat (9/9) ini ditaksir berdaya ledak 20-30 kiloton. Pengamat memperkirakan uji coba nuklir kelima itu memiliki kekuatan terbesar dibandingkan uji coba sebelumnya yang pernah dilakukan Korut.
Uji coba nuklir terbaru Korut itu memicu getaran yang terdeteksi oleh badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebagai gempa 5,3 SR. Pusat gempa dilaporkan berada di sekitar Punggye-ri, yang diketahui merupakan lokasi uji coba nuklir Korut.
Sejauh ini, Korut tercatat telah menggelar lima kali uji coba nuklir yang selalu memicu kecaman internasional. Terakhir kali, Korut menggelar uji coba nuklir pada Januari 2016 lalu dan daya ledak saat itu diperkirakan hanya mencapai 6 kiloton saja. (ita/ita)











































