Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Eropa, Prancis telah menjadi pusat rekrutmen ISIS. Ratusan orang bepergian ke Suriah juga Irak untuk bergabung dengan militan radikal itu.
Disampaikan Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/9/2016), jumlah warga Prancis yang bergabung ISIS tahun ini menurun drastis jika dibandingkan tahun lalu. Kepada jajaran pejabat keamanan setempat, Cazeneuve menyebut penurunannya mencapai 4 kali lipat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama enam bulan pertama tahun ini, sebut Cazeneuve, tercatat hanya ada 18 warga Prancis yang bepergian ke wilayah ISIS. Jumlah itu jauh lebih sedikit jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015, yang mencatat 69 orang pergi ke wilayah ISIS.
Menurut Cazeneuve, penurunan drastis ini tidak hanya dipicu oleh semakin menipisnya posisi ISIS di lapangan, tapi juga oleh kiprah Prancis meningkatkan upaya antiterorisme. Terlebih setelah beberapa waktu terakhir, Prancis marak dilanda berbagai serangan teror.
Penghitungan Kementerian Dalam Negeri Prancis yang dirilis pada Selasa (6/9) menunjukkan, ada 689 warga Prancis yang masih berada di wilayah ISIS hingga kini. Jumlah itu termasuk juga 275 militan wanita dan 17 militan di bawah umur.
Baca juga: ISIS Larang Wanita Pakai Burka, Ini Alasannya
Lebih dari 900 orang telah diidentifikasi oleh otoritas Prancis, pernah berusaha pergi ke wilayah ISIS atau setidaknya mengungkapkan niat untuk bergabung ISIS.
(nvc/ita)











































