172 Hari di Ruang Angkasa, Astronot AS dan Kosmonot Rusia Kembali ke Bumi

172 Hari di Ruang Angkasa, Astronot AS dan Kosmonot Rusia Kembali ke Bumi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 07 Sep 2016 10:09 WIB
172 Hari di Ruang Angkasa, Astronot AS dan Kosmonot Rusia Kembali ke Bumi
Kapsul yang membawa astronot AS dan dua kosmonot Rusia masuk atmosfer Bumi (REUTERS/Maxim Shipenkov/Pool)
Astana - Seorang astronot Amerika Serikat (AS) dan dua kosmonot Rusia kembali ke Bumi setelah 172 hari menjalani misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ketiganya berhasil mendarat dengan selamat di padang rumput Kazakhstan.

Dilaporkan NASA TV seperti dilansir Reuters, Rabu (7/9/2016), kapsul yang berisi ketiga astronot dan kosmonot itu berhasil mengembangkan parasut dan mendarat di wilayah Zhezkazgan, setelah menembus kabut tebal di langit.

Beberapa menit kemudian, NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat mengkonfirmasi pendaratan kapsul itu pada Rabu (7/9) sekitar pukul 07.13 waktu setempat. Ketiganya diidentifikasi sebagai komandan ISS Jeff Williams dari AS, juga teknisi penerbangan Alexey Ovchinin dan Oleg Skripochka dari Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tentu akan merindukan pemandangan ini!" kicau Williams pada Selasa (6/9) saat memposting foto matahari terbit menyinari Bumi dari luar angkasa, sebelum meninggalkan ISS.

"Terima kasih banyak untuk rekan sesama astronot, tim lapangan, teman-teman yang mendukung dan keluarga," imbuhnya.

Williams (58) kembali ke Bumi dengan catatan karier total 534 hari di orbit luar angkasa, lebih lama dari beberapa astronot AS lainnya dan dalam posisi ke-14 terlama di dunia. Para kosmonot Rusia tetap memegang rekor sebagai penerbang luar angkasa paling lama di dunia. Dengan kosmonot Gennady Padalka kini memegang rekor dunia dengan 878 hari berada di luar angkasa dalam lima misi berbeda.

Sebelum meninggalkan ISS, Williams menyerahkan komando kepada kosmonot Rusia Anatoly Ivanishin. Ivanishin masih berada di ISS bersama astronot NASA Kate Rubins dan astronot Jepang Takuya Onishi. ISS merupakan proyek gabungan 15 negara dengan nilai mencapai US$ 100 miliar.

"Kami akan merindukan Anda di sini. Bersenang-senang saat melewati atmosfer ... dan semoga mendarat dengan selamat dan mulus," ucap Ivanishin saat serah terima komando pada Senin (5/9).

Awak pengganti ketiga astronot dan kosmonot yang menyelesaikan tugas ini, akan terbang ke ISS pada 23 September mendatang dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan.

(nvc/ita)


Berita Terkait