Seperti dilansir news.com.au, Selasa (6/9/2016), kaum wanita di kota Manbij merayakannya dengan melepas cadar hitam yang sebelumnya wajib mereka kenakan saat masih berada di bawah kekuasaan ISIS. Wanita-wanita itu kemudian membakar burka mereka di tanah.
Wanita Suriah melepas burka usai ISIS keluar dari kota Manbij (Picture Media/news.com.au) |
Sedangkan kaum pria merayakannya dengan mencukur jenggot panjang mereka. Pencukuran itu juga melambangkan penolakan terhadap dekrit ISIS yang mewajibkan semua pria untuk tidak bercukur di bawah undang-undang syariat Islam ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: ISIS Larang Wanita Pakai Burka, Ini Alasannya
"Tentara Irak, yang didukung Angkatan Udara Irak, membebaskan kota al-Qayyarah dari kendali IS (nama lain ISIS) dan mengibarkan bendera Irak di atas gedung di sana. Unit tentara mulai menjinakkan bahan peledak rakitan dari jalanan dan menjinakkan ranjau di dalam rumah-rumah," terangnya.
Di bawah kekuasaan ISIS, kota tersebut marak dilanda bom bunuh diri, pemerkosaan dan berbagai tindak kekerasan lainnya. Warga setempat yang masih hidup, merasa beruntung bisa menyaksikan perubahan setelah ISIS diusir dari kota tersebut.
Mereka turun ke jalanan, bersorak-sorai dan merayakan terbebasnya kota tersebut dari ISIS.
Pria Suriah mencukur jenggot usai ISIS keluar dari kota Manbij (Picture Media/news.com.au) |
(nvc/ita)












































Wanita Suriah melepas burka usai ISIS keluar dari kota Manbij (Picture Media/news.com.au)
Pria Suriah mencukur jenggot usai ISIS keluar dari kota Manbij (Picture Media/news.com.au)